BREAKING
7 Ciri-Ciri Kecerdasan Emosionalmu Rendah, Apa Saja Tandanya?
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Hiburan & Pop Culture

Akun Kena Report Massal, Fitur Live Sarwendah Dibatasi 1 Tahun

Akun Kena Report Massal, Fitur Live Sarwendah Dibatasi 1 Tahun
Foto & Sumber: detikPop

Sarwendah, mantan anggota grup musik Cherrybelle, kini harus menahan diri dari siaran langsung (live streaming) di platform media sosialnya selama satu tahun.

Latar Belakang Perseteruan

Perseteruan antara Sarwendah dan aktor Ruben Onsu bermula dari pertengkaran verbal di media sosial pada awal September 2026. Kedua selebritas saling melempar tuduhan terkait proyek hiburan dan komentar pribadi, yang kemudian memicu ribuan komentar netizen. Pada 12 Oktober, sebuah rekaman video call antara Sarwendah dan seorang teman muncul di platform TikTok, menampilkan percakapan yang dianggap mengandung bahasa yang kurang pantas. Video itu cepat menjadi viral, menambah tekanan pada akun Sarwendah.

Mekanisme Report Massal

Platform media sosial yang bersangkutan (nama tidak disebutkan dalam pernyataan resmi) mengoperasikan sistem otomatis yang menanggapi laporan pengguna (report) terhadap konten yang melanggar pedoman komunitas. Ketika jumlah report melebihi ambang batas tertentu dalam waktu singkat, sistem dapat menonaktifkan sementara fitur tertentu, termasuk live streaming, sebagai langkah pencegahan.

BACA JUGA Gaya Elegan Serba Hitam Sofia Vergara ke Kensington Palace

Chris Sam Siwu menjelaskan dalam sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14 Oktober 2026), “Kalau nggak salah itu adalah hasil dari report, bahwa ada pihak‑pihak yang sengaja me‑report.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembatasan bukan keputusan sepihak platform, melainkan reaksi terhadap serangkaian laporan yang dianggap bersifat koordinasi.

Dampak Bagi Sarwendah dan Penggemar

Larangan live selama 12 bulan menghilangkan salah satu saluran utama Sarwendah untuk berinteraksi langsung dengan basis penggemarnya, yang diperkirakan mencapai ratusan ribu follower. Live streaming biasanya menjadi sarana promosi produk, penggalangan dana, serta penjualan merchandise. Tanpa akses tersebut, Sarwendah harus mengandalkan posting gambar, cerita singkat, atau kolaborasi dengan kreator lain untuk tetap menjaga eksposur.

Bagi penggemar, pembatasan menimbulkan rasa frustrasi karena tidak dapat menyaksikan konten eksklusif atau tanya‑jawab secara real‑time. Beberapa komunitas penggemar di Telegram dan Discord mulai menggalang petisi daring yang meminta platform meninjau kembali keputusan tersebut, dengan argumen bahwa report massal dapat disalahgunakan untuk menekan lawan politik atau kompetitor.

Kebijakan Platform dan Kontroversi

Kebijakan standar platform media sosial mengatur bahwa fitur live dapat dibatasi jika konten melanggar pedoman tentang ujaran kebencian, pornografi, atau perilaku berbahaya. Namun, tidak ada indikasi bahwa video call Sarwendah mengandung unsur tersebut. Sebaliknya, fokus laporan tampaknya berpusat pada “konten pribadi” yang dianggap tidak pantas untuk disebarluaskan.

BACA JUGA MUI Desak Konser Andrea Bocelli Dibatalkan, Kemenpar Ikuti Keputusan

Pengamat media digital, Rina Sutrisno dari Lembaga Kajian Media Independen (LKMI), mencatat, “Sistem report massal memang dirancang untuk melindungi pengguna, tetapi tanpa transparansi mekanisme penilaian, mudah dimanfaatkan untuk mengintimidasi figur publik.” Ia menekankan perlunya audit independen atas algoritma penilaian laporan, terutama pada kasus selebritas yang rentan diserang oleh kelompok fanbase lawan.

Langkah Selanjutnya

Sarwendah melalui tim hukumnya berencana mengajukan banding atas keputusan pembatasan, dengan menuntut peninjauan manual oleh tim kebijakan platform. Sementara itu, pihak platform belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan revisi kebijakan atau penambahan mekanisme verifikasi untuk menghindari penyalahgunaan report.

Bagi pengguna yang ingin melaporkan konten, LKMI menyarankan untuk memastikan bahwa laporan didasarkan pada pelanggaran nyata, alih-alih sentimen personal tanpa dasar faktual. Penggunaan fitur report secara bertanggung jawab dapat menjaga ekosistem digital tetap sehat dan mencegah kasus serupa berulang.

Dengan berjalannya proses banding, perhatian publik kini teralih pada transparansi platform dan perlindungan hak kreator dalam ranah digital yang semakin kompleks.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikPop. Baca Berita Asli di detikPop →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
PROMO SPESIAL HARI INI Shopee Pilihan Redaksi

Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee

Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.

Cek Promo Kilat →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Detik-detik Mengerikan Kembaran Avanza Terangkat di Tol Kena Puting Beliung SELANJUTNYA Gaya Elegan Serba Hitam Sofia Vergara ke Kensington Palace
PROMO SPESIAL HARI INI Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Cek Promo Kilat →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!