BREAKING
Hasil Denmark Open: Bungkam Tuan Rumah, Fajar/Fikri ke Perempat Final
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Hiburan & Pop Culture

Berlliana Lovell Syok Ceritakan Kronologi Dugaan Pelecehan saat Live TikTok

Berlliana Lovell Syok Ceritakan Kronologi Dugaan Pelecehan saat Live TikTok
Foto & Sumber: detikPop

Kamis (15 Oktober 2026) – Selebgram Berlliana Lovell mengaku “syok” setelah mengalami apa yang ia sebut sebagai pelecehan verbal dalam siaran langsung (live) di TikTok pada pekan lalu.

Berlliana, yang baru berusia 22 tahun dan populer lewat konten fashion serta tutorial kecantikan, menjelaskan bahwa ia belum menguasai semua fitur TikTok Live. “Saya tidak terlalu paham cara mengatur komentar atau mengaktifkan filter, jadi ketika lawan bicara mulai melontarkan kata‑kata yang menyinggung, saya tidak langsung menyadari bahwa itu sudah melewati batas,” ujarnya dalam wawancara singkat di rumahnya di Cilandak, Jakarta Selatan. Ia menambahkan bahwa ia sempat menutup siaran karena merasa tidak nyaman, namun komentar‑komentar tersebut tetap muncul dalam rekaman yang kemudian beredar di media sosial.

Manajer Berlliana, Nanda Persada, menegaskan bahwa kliennya tidak menyangka situasi itu akan berujung pada dugaan pelecehan. “Klien kami memang masih belajar tentang dinamika live streaming. Kami berharap platform dan penonton dapat lebih memperhatikan etika berinteraksi, terutama ketika melibatkan pembuat konten yang masih muda,” kata Persada pada Kamis (15/10/2026).

Dinamika Live Streaming dan Risiko Pelecehan

TikTok Live memungkinkan pembuat konten berinteraksi secara real‑time dengan penonton melalui komentar, hadiah virtual, dan fitur “guest”. Fitur “guest” memberi kesempatan bagi dua akun untuk bergabung dalam satu siaran, sehingga percakapan dapat berlangsung lebih interaktif. Namun, interaksi tersebut juga membuka celah bagi komentar yang bersifat menyinggung atau mengintimidasi. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Media Digital (BPPMD) pada Agustus 2026, sekitar 18 % pengguna TikTok melaporkan pernah mengalami komentar tidak pantas saat live, dengan mayoritas kasus melibatkan kreator berusia 18‑25 tahun.

BACA JUGA Sinopsis Street Fighter, Ryu dan Ken Bertarung di Turnamen World Warrior

TikTok sendiri menyatakan memiliki kebijakan “Community Guidelines” yang melarang ujaran kebencian, pelecehan, dan ancaman. Platform menyediakan alat pelaporan langsung selama siaran, serta fitur “moderator” yang dapat menyingkirkan komentar berbahaya secara otomatis. Namun, efektivitasnya masih dipertanyakan. Sejumlah kreator independen mengeluhkan bahwa proses peninjauan laporan sering memakan waktu lama, sehingga kerusakan reputasi atau trauma psikologis sudah terjadi sebelum tindakan diambil.

Respon Industri dan Langkah Protektif

Setelah insiden Berlliana, beberapa organisasi kreator digital, termasuk Asosiasi Konten Kreator Indonesia (AKKI), mengeluarkan pernyataan dukungan. Ketua AKKI, Riza Hidayat, menekankan pentingnya edukasi tentang fitur keamanan TikTok. “Kita harus memastikan para kreator, terutama yang baru memulai, memahami cara memfilter komentar, menonaktifkan guest bila diperlukan, dan menggunakan tim moderator yang dapat dipercaya,” ujarnya.

Selain edukasi, pakar psikologi media, Dr. Maya Lestari, menyoroti dampak psikologis jangka pendek dari pelecehan verbal online. “Kata‑kata yang menyinggung dapat memicu kecemasan, menurunkan rasa percaya diri, dan pada kasus ekstrem berpotensi menimbulkan gangguan stres pasca‑trauma,” jelasnya. Ia menyarankan agar kreator segera menghubungi layanan konseling khusus digital, seperti Layanan Bantuan Psikolog Online (LBPO), serta mencatat bukti percakapan untuk keperluan pelaporan.

BACA JUGA Anang Hermansyah Puji Ashanty Berhijab

Bagi pembaca yang aktif di platform live streaming, beberapa langkah praktis dapat mengurangi risiko:

  • Aktifkan filter kata kunci yang menyinggung sebelum memulai siaran.
  • Gunakan moderator pihak ketiga atau tim internal untuk memantau komentar secara real‑time.
  • Manfaatkan fitur “report” pada komentar yang melanggar kebijakan, dan catat timestamp sebagai bukti.
  • Jika situasi menjadi tidak terkendali, hentikan siaran dan laporkan kepada platform serta, bila diperlukan, otoritas perlindungan konsumen.

Penutup

Kasus Berlliana Lovell menyoroti tantangan yang dihadapi kreator muda di era live streaming: kebebasan berkreasi sekaligus kerentanan terhadap interaksi negatif. Sementara TikTok berkomitmen pada kebijakan anti‑pelecehan, implementasi yang lebih cepat dan edukasi yang menyeluruh bagi pengguna baru menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman. Bagi kreator, pemahaman teknis dan kesiapan mental menjadi perlindungan pertama, sementara penonton diharapkan berperan sebagai bagian dari komunitas yang menghormati batasan pribadi.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikPop. Baca Berita Asli di detikPop →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
LIFESTYLE & BEAUTY Shopee Pilihan Redaksi

Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet

Koleksi fashion terpopuler, serum perawatan kulit, dan parfum aroma mewah bergaransi original.

Cek Koleksi Viral →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Martha Tilaar Selalu Mendukung Fesyen Lokal Semasa Hidupnya SELANJUTNYA Tabrakan 2 Truk di Tol Cakung Tewaskan 1 Orang, Diduga karena Microsleep
LIFESTYLE & BEAUTY Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet
Cek Koleksi Viral →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!