BREAKING
Cara Lihat Password Gmail Sendiri di HP dan Laptop
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Olahraga

Inter Kalah Beruntun di Liga Champions, Chivu: Mengkhawatirkan

Inter Kalah Beruntun di Liga Champions, Chivu: Mengkhawatirkan
Foto & Sumber: detikSport

Inter Milan menelan dua kekalahan beruntun pada fase grup Liga Champions 2026/27, menempatkan tim Nerazzurri di posisi terendah klasemen dengan nol poin.

Ringkasan Dua Kekalahan

  • Matchday 1 – 19 September 2026
  • Inter membuka kampanye melawan Real Madrid di Santiago Bernabéu. Gol tunggal Real dicetak oleh Vinícius Júnior pada menit 27, lalu Romelu Lukaku menyamakan kedudukan di menit 53. Gol penentu datang dari Luka Modrić pada menit 78, menutup kemenangan tamu 2‑1. Inter hanya mencatat 55 % kepemilikan bola dan tiga tembakan ke gawang, jauh di bawah rata‑rata standar grup.
  • Matchday 2 – 14 Oktober 2026
  • Menghadapi Club Brugge, Inter memulai dengan tekanan tinggi, namun pertahanan Belgia mengancam lewat serangan balik. Gol pertama Brugge datang lewat Nikola Krajinović pada menit 12. Inter berhasil menyamakan kedudukan lewat Lautaro Martínez (menit 23) dan Nicolo Barella (menit 36). Namun, kegagalan menahan serangan akhir membuat Brugge menambah tiga gol (menit 58, 71, 84), menutup pertandingan 4‑3. Inter mencatat 58 % penguasaan bola, namun hanya dua tembakan tepat sasaran dibandingkan lima tembakan Brugge.
BACA JUGA Dominasi Taktik Hansi Flick: Barcelona Hancurkan Galatasaray, Inter dan MU Tumbang di Matchday Kedua Liga Champions

Kedua hasil ini menempatkan Inter pada peringkat ke‑28 dari 32 tim grup, dengan selisih gol negatif ‑4. Posisi ini menuntut tim mengumpulkan setidaknya tiga poin pada tiga laga berikutnya untuk tetap hidup di fase grup.

Para analis sepak bola menyoroti beberapa faktor kunci:

  1. Pertahanan yang Terbuka – Inter menempuh formasi 3‑5‑2, namun sayap kanan dan kiri sering terlepas dari posisi, memberi ruang bagi lawan melakukan serangan cepat. Pada laga melawan Brugge, dua gol pertama datang dari serangan balik yang memanfaatkan celah di lini bek.
  1. Kurangnya Efektivitas Penyerang – Lautaro Martínez mencetak satu gol, namun tembakan di luar kotak penalti berjumlah lima, dengan rasio tembakan ke gawang hanya 30 %. Hal ini menunjukkan kurangnya ketajaman di depan gawang.
  1. Kehilangan Kontrol Tengah – Real Madrid menguasai lini tengah lewat Luka Modrić, sementara Inter bergantung pada Marcelo Brozović yang gagal menyalurkan bola secara konsisten. Kekurangan kreativitas ini membuat serangan Inter menjadi terfragmentasi.

Reaksi Chivu dan Penekanan pada Perbaikan

Cristian Chivu, yang kini menjabat sebagai konsultan teknis, mengakui “situasi ini sangat mengkhawatirkan”. Dalam konferensi pers singkat, ia menekankan pentingnya “memperbaiki struktur pertahanan dan meningkatkan akurasi tembakan”. Chivu menambahkan, “kita tidak dapat mengandalkan satu pemain untuk menyelamatkan tim; semua lini harus berkontribusi”.

Dampak pada Pendukung dan Keuangan Klub

Kekalahan beruntun tidak hanya memengaruhi posisi klasemen, tetapi juga menurunkan moral pendukung. Penjualan tiket pertandingan berikutnya diperkirakan turun 12 % dibandingkan rata‑rata grup, menurut data penjualan resmi klub. Dari sisi finansial, kegagalan melaju ke fase knockout berarti potensi pendapatan UEFA berkurang sekitar €25 juta, yang dapat memengaruhi rencana investasi pada pasar transfer musim panas.

Langkah Konkret yang Diperlukan

  1. Revisi Formasi – Pelatih Simone Inzaghi diperkirakan akan menguji formasi 4‑3‑3 pada laga berikutnya, menambah satu bek sayap untuk menutup ruang di sisi lapangan.
BACA JUGA MU Keok, Lisandro Martinez Salahkan Petinggi Klub
  1. Rotasi Pemain – Mengingat beban pertandingan domestik dan Eropa, menurunkan beban pada pemain kunci seperti Romelu Lukaku dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan performa di pertandingan krusial.
  1. Latihan Penyelesaian Akhir – Sesi latihan khusus untuk meningkatkan akurasi tembakan dalam situasi tekanan harus menjadi prioritas, mengingat rendahnya konversi gol Inter di dua laga terakhir.

Prospek ke Depan

Inter masih memiliki tiga pertandingan grup: melawan Paris Saint‑Germain, Club Brugge (kandang), dan Real Madrid (kandang). Mengamankan setidaknya satu kemenangan dan satu hasil imbang akan menempatkan Nerazzurri di zona lolos, meski margin tipis. Jika tidak, tim akan terpaksa mengakhiri kampanye Eropa lebih awal, menambah tekanan pada agenda Serie A.

Kekalahan beruntun ini menjadi panggilan bangun bagi Inter Milan. Perubahan taktik, peningkatan ketajaman serangan, dan penyesuaian mental pemain menjadi faktor penentu apakah Nerazzurri dapat kembali ke jalur kemenangan atau harus menelan kegagalan total di panggung Eropa.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikSport. Baca Berita Asli di detikSport →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
OLAHRAGA & OUTDOOR Shopee Pilihan Redaksi

Jersey, Sepatu Lari & Perlengkapan Olahraga

Pilihan jersey suporter klub, raket bulutangkis, dan sepatu olahraga ringan ber-cashback.

Cek Diskon Olahraga →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Tim Boccia Indonesia Pede Tembus Target Emas di Asian Para Games 2026 SELANJUTNYA Tak Cuma Barcola & Wirtz, Pemain Liverpool Lain Juga Harus Unjuk Gigi!
OLAHRAGA & OUTDOOR Jersey, Sepatu Lari & Perlengkapan Olahraga
Cek Diskon Olahraga →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!