BREAKING
Pengguna WhatsApp Kini Bisa Telepon Pengguna Lain yang Tak Punya Akun
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Ekonomi & Bisnis

Ambrosia Energy Bangun Pabrik Baterai 10 GWh di Texas untuk Suplai Data Center Off-Grid

Ambrosia Energy Bangun Pabrik Baterai 10 GWh di Texas untuk Suplai Data Center Off-Grid
Foto & Sumber: TechCrunch

Ambrosia Energy resmi memulai konstruksi fasilitas manufaktur baterai raksasa berkapasitas 10 gigawatt-jam (GWh) di kawasan Austin, Texas.

Pabrik seluas 150.000 kaki persegi ini ditargetkan mencapai produksi penuh dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dengan kapasitas tersebut, Ambrosia mampu memproduksi komponen untuk membangun pembangkit listrik selaras 300 megawatt per tahun. Angka ini krusial mengingat lonjakan permintaan daya dari operator hyperscaler yang terus memperluas infrastruktur komputasi awan mereka.

Model bisnis Ambrosia berfokus pada kombinasi panel surya dan penyimpanan baterai dengan target biaya ekstrem: 100 dolar AS per megawatt-jam. Longmier dan co-founder Sara Spangelo, yang sebelumnya mendirikan startup konstelasi satelit Swarm yang kemudian diakuisisi SpaceX, memilih jalur ini karena terbukti paling murah dan cepat diimplementasikan. Sistem ini bekerja dengan mengisi daya baterai melalui panel surya pada siang hari, lalu melepaskan daya pada malam hari atau saat cuaca mendung untuk memastikan operasional data center berjalan 24 jam tanpa henti.

Meskipun harus melakukan overbuilding (pembangunan berlebihan) pada kapasitas surya dan baterai demi menjamin ketersediaan daya, ambisi harga 100 dolar per MWh ini membuat Ambrosia menjadi pesaing langsung bagi turbin gas alam yang selama ini diproyeksikan sebagai solusi utama oleh raksasa teknologi. Efisiensi biaya inilah yang menjadi nilai jual utama bagi para klien korporasi yang menghadapi tekanan untuk menekan biaya operasional energi (OpEx) sekaligus memenuhi target keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA Blibli Raup Pendapatan Neto Rp 14,8 T di Semester I-2026, Tumbuh 55%

Validasi teknis perusahaan ini tidak hanya bergantung pada rencana masa depan. Ambrosia sedang memulai pembangunan pembangkit komersial perdananya di West Texas akhir tahun ini. Fasilitas ini akan menggabungkan 300 megawatt panel surya dengan baterai berkapasitas 660 megawatt-jam. Tujuannya jelas: menyuplai 30 megawatt daya kontinu dengan target uptime (ketersediaan layanan) 99,3%. Angka uptime ini standar industri kritis untuk data center, di mana setiap detik mati listrik berarti kehilangan pendapatan miliaran dolar.

Klaim teknis ini telah diuji di lapangan melalui pilot plant skala kecil yang telah beroperasi terus-menerus selama lebih dari 100 hari. Prototipe tersebut mampu menghasilkan 200 kilowatt listrik secara konsisten 24/7. Keberhasilan pilot ini menjadi bukti empiris bahwa sistem hibrida surya-baterai mampu menyaingi keandalan pembangkit bakar fosil, setidaknya dalam skala tertentu.

Dampak dari investasi ini terhadap lanskap energi global cukup signifikan. Bagi sektor teknologi, kehadiran produsen baterai dengan harga agresif membuka opsi diversifikasi sumber daya, mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik konvensional yang sering kali macet atau terlalu mahal. Namun, bagi pembaca dan investor, ada implikasi ekonomi yang perlu dicermati. Dominasi teknologi penyimpanan energi murah berpotensi menurunkan biaya listrik industri secara global, yang secara tidak langsung dapat menekan biaya layanan digital, mulai dari biaya langganan cloud hingga harga barang digital.

BACA JUGA Investor Pasar Modal Tembus 32 Juta, Anak Muda Mendominasi

Bagi masyarakat luas, tren ini menandakan percepatan transisi energi yang dipicu oleh kebutuhan komersial, bukan sekadar regulasi pemerintah. Jika model biaya 100 dolar per MWh berhasil direplikasi secara massal, teknologi ini dapat merembes ke pasar energi rumah tangga dan UMKM dalam jangka panjang, menawarkan alternatif cadangan daya yang lebih terjangkau saat terjadi pemadaman.

Sebagai langkah antisipasi praktis, pelaku bisnis dan individu yang bergantung pada kelistrikan stabil disarankan untuk mulai mengevaluasi kesiapan infrastruktur cadangan daya mereka. Memahami efisiensi sistem hybrid solar-battery dapat membantu dalam perencanaan investasi jangka panjang, terutama dengan mempertimbangkan bahwa biaya produksi baterai cenderung menurun seiring skala produksi pabrik seperti milik Ambrosia ini meningkat.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA TimeTeller: Uji Air Liur untuk Memetakan Ritme Internal Tubuh dan Mencegah Efek Samping Kanker SELANJUTNYA Mantan Kepala Mendagri Israel Gugat Netanyahu Rp 17 Miliar atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!