BREAKING
10 Tahun RI Nihil Bangun Pelabuhan Ikan Modern, Ternyata Ini Alasannya
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Tekno & AI

Figma Luncurkan Editor Markdown “Figma Specs” dan Fitur Kode di Kanvas untuk Kendali AI yang Lebih Tepat

Figma Luncurkan Editor Markdown “Figma Specs” dan Fitur Kode di Kanvas untuk Kendali AI yang Lebih Tepat
Foto & Sumber: TechCrunch

Figma memperkenalkan serangkaian fitur baru pada acara Config di India, menargetkan desainer dan tim pengembangan yang mengandalkan AI untuk mempercepat produksi UI.

Figma Specs: Dokumen Desain yang Dapat Dihubungkan ke Kanvas

Figma Specs merupakan editor teks yang menggunakan markdown (bahasa markup ringan yang menulis format teks dengan simbol sederhana). Pengguna dapat menuliskan aturan tipografi, palet warna, atau prinsip aksesibilitas dalam satu file yang dapat berdiri sendiri atau disematkan di dalam kanvas proyek. Dokumen ini dapat merujuk pada elemen‑elemen Figma lain, menyisipkan diagram FigJam, atau menautkan ke library desain dan kode yang tersimpan di sistem manajemen konten tanpa kepala (headless CMS) seperti Payload. Dengan demikian, agen AI yang beroperasi di dalam Figma memiliki satu sumber referensi terpusat untuk mematuhi standar brand.

Code Layers: Kode di Balik Prototipe Interaktif

Fitur Code Layers, yang sebelumnya berada dalam fase beta pribadi sejak Juni, kini dibuka untuk publik melalui beta terbuka. Pengguna dapat menambahkan blok kode—biasanya JavaScript atau TypeScript—langsung pada elemen kanvas, memungkinkan prototipe berinteraksi secara real‑time. Agen AI dapat diminta mengonversi desain menjadi kode atau mengubah potongan kode yang ada, mempercepat iterasi produk tanpa harus beralih ke IDE terpisah.

BACA JUGA Oppo Rilis ColorOS 17, Apa Saja Fitur yang Baru?

Mengendalikan AI yang “Non‑Deterministik”

Figma mengakui bahwa AI yang menghasilkan desain atau kode bersifat non‑deterministik (hasilnya tidak selalu sama meski input serupa). Untuk menanggulangi hal ini, Figma Specs berfungsi sebagai “peta” yang memberi agen batasan eksplisit, sehingga output AI lebih dapat diprediksi dan konsisten dengan kebijakan brand. Loredana Crisan, Chief Design Officer Figma, menekankan bahwa meskipun volume kode yang diproduksi meningkat 17‑kali lipat, laju rilis produk hanya naik 1,3‑kali, menandakan banyak kode berfungsi sebagai eksperimen desain, bukan produk akhir.

Implikasi bagi Industri Desain Indonesia

Bagi studio desain dan tim produk di Indonesia, fitur baru ini menawarkan dua keuntungan utama. Pertama, kemampuan mendokumentasikan standar desain dalam satu file markdown memudahkan kolaborasi lintas tim, terutama pada proyek skala besar yang melibatkan banyak vendor atau freelancer. Kedua, integrasi kode di kanvas mengurangi kebutuhan berpindah antara alat desain dan editor kode, mempercepat siklus feedback antara desainer dan developer.

BACA JUGA Aplikasi Maskapai Ini Bikin Penumpang Dapat Kursi Pesawat Lebih Baik

Namun, adopsi fitur AI yang lebih terkontrol juga menimbulkan pertanyaan tentang privasi data. Setiap interaksi agen dengan dokumen desain dapat dikirim ke server Figma untuk pemrosesan, sehingga perusahaan harus menilai kebijakan penyimpanan data dan kepatuhan terhadap regulasi lokal seperti PDP (Peraturan Perlindungan Data). Selain itu, ketergantungan pada AI dapat memperlemah kemampuan tim dalam menulis kode secara manual, sehingga penting bagi organisasi untuk tetap melatih keterampilan teknis dasar.

Langkah Praktis bagi Pengguna Figma

  • Buat Figma Specs untuk setiap proyek utama, cantumkan aturan tipografi, skala warna, dan pedoman aksesibilitas dalam format markdown.
  • Gunakan Code Layers pada elemen interaktif yang memerlukan logika khusus, dan uji hasilnya secara langsung di kanvas.
  • Pantau penggunaan AI dengan memeriksa log aktivitas agen, pastikan tidak ada data sensitif yang terekspos ke layanan cloud eksternal.
  • Latih tim untuk memahami batasan AI; gunakan AI sebagai asisten, bukan pengganti keputusan desain kritis.

Dengan menambahkan struktur dokumentasi dan kemampuan kode terintegrasi, Figma berupaya menjadikan AI alat yang lebih dapat diandalkan dalam alur kerja desain. Bagi pasar Indonesia yang semakin mengadopsi solusi kolaboratif berbasis cloud, langkah ini dapat mempercepat transformasi digital, asalkan diimbangi dengan kontrol keamanan data dan pengembangan kompetensi manusia.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Mantan Kepala Mendagri Israel Gugat Netanyahu Rp 17 Miliar atas Dugaan Pencemaran Nama Baik SELANJUTNYA Ricursive Intelligence Andalkan Chip AI‑Desain untuk Atasi Krisis Komputasi Global
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!