BREAKING
Kata-kata Alwi sebagai Wakil Indonesia yang 'Dobrak' Denmark Open 2026
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Tekno & AI

Deezer Siapkan Fitur Filter untuk Menghilangkan Musik Buatan AI dari Platformnya

Deezer Siapkan Fitur Filter untuk Menghilangkan Musik Buatan AI dari Platformnya
Foto & Sumber: TechCrunch

Deezer mengumumkan rencana peluncuran toggle baru yang memungkinkan pengguna menyaring seluruh konten musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

CEO Deezer, Alexis Lanternier, menegaskan bahwa “kami telah melihat permintaan jelas dari pengguna untuk dapat memfilter musik AI, dan kini kami memberi pilihan bagi semua orang untuk menghapus konten ini sepenuhnya dari pengalaman streaming mereka, serta fokus pada karya pencipta manusia, bila diinginkan.” Toggle akan memblokir tampilan trek, album, dan artis yang diidentifikasi sebagai hasil AI pada hasil pencarian dan feed pengguna.

Permintaan tersebut didukung oleh survei internal yang dilakukan pada 2025, yang mencatat sekitar 45 % pelanggan Deezer menginginkan cara untuk mengeluarkan musik AI dari alur mereka. Sebelumnya, pada akhir 2025 Deezer menambahkan alat deteksi AI ke dalam proses unggahan, melaporkan bahwa pada saat itu musik AI menyumbang 10 % dari total unggahan harian. Angka tersebut melonjak drastis; pada Juli 2026, lebih dari setengah (51 %) unggahan harian di platform berasal dari AI, dengan rata‑rata 90 000 trek per hari.

Peningkatan tajam ini sejalan dengan tren global di mana model generatif seperti MusicLM (Google) dan Jukebox (OpenAI) memungkinkan penciptaan lagu lengkap hanya dalam hitungan menit. Musik yang dihasilkan AI dapat meniru gaya artis terkenal, menambahkan lirik, atau bahkan menghasilkan genre baru secara otomatis. Meskipun teknologi ini membuka peluang kreatif, keberadaannya menimbulkan kekhawatiran tentang hak cipta, kualitas artistik, dan transparansi bagi pendengar yang tidak ingin mengonsumsi konten non‑manusia.

BACA JUGA Daftar 22 Aplikasi Berisiko Tinggi di RI, Banyak Digunakan Sehari-Hari

Toggle Deezer dirancang sebagai saklar sederhana di dalam pengaturan akun. Setelah diaktifkan, algoritma pencarian platform akan menolak hasil yang ditandai sebagai “AI‑generated” berdasarkan metadata serta analisis audio yang memanfaatkan model klasifikasi khusus. Pengguna tetap dapat menonaktifkan filter kapan saja, memberi fleksibilitas untuk menjelajahi seluruh katalog.

Pengamat industri menilai langkah ini sebagai respons proaktif terhadap dinamika pasar musik digital. “Konsumen semakin sadar akan asal‑usul konten yang mereka dengarkan. Platform yang memberi kontrol eksplisit terhadap AI‑generated content akan mendapatkan kepercayaan lebih,” kata Rina Pratama, analis senior di Fenomena Media. Sementara itu, asosiasi pencipta musik Indonesia, AMI, menyoroti perlunya standar label yang jelas untuk membedakan karya manusia dan mesin, guna melindungi hak moral artis.

Bagi pengguna yang ingin mengaktifkan filter, prosedurnya meliputi: masuk ke aplikasi Deezer, pilih “Pengaturan”, temukan bagian “Preferensi Konten”, lalu geser saklar “Saring Musik AI”. Setelah diaktifkan, hasil pencarian tidak akan menampilkan trek yang terdeteksi AI, termasuk playlist yang sebelumnya menggabungkan kedua jenis konten. Deezer menjanjikan bahwa proses penyaringan tidak akan memperlambat kecepatan streaming atau mengurangi kualitas audio.

BACA JUGA Aturan Kuota Hangus Belum Dipatuhi Penuh, Komdigi Terus Tagih Operator

Langkah ini juga memberi sinyal kepada penyedia konten lain bahwa transparansi dalam produksi musik menjadi faktor kompetitif. Jika tren filter serupa diadopsi secara luas, kemungkinan besar akan muncul tekanan pada pengembang model AI untuk menyertakan metadata yang menandai karya mereka sebagai buatan mesin secara otomatis.

Secara keseluruhan, fitur filter Deezer menandai titik balik dalam ekosistem musik digital, menggabungkan teknologi deteksi AI dengan kontrol pengguna yang intuitif. Dengan perkiraan lebih dari 90 ribuk trek diunggah setiap hari, kemampuan untuk memisahkan karya manusia dari hasil algoritma dapat membantu pendengar mempertahankan pilihan artistik yang mereka inginkan, sekaligus memberi ruang bagi inovasi musik berbasis AI yang tetap dapat dipilih secara sadar.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Eropa Incar "Harta Karun Masa Depan" Vietnam, Indonesia Juga Punya SELANJUTNYA Diskon 50% Tiket TechCrunch Disrupt 2026: Strategi Menangkap Arah Industri AI dan Startup Global di Hari Kedua
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!