Aturan Kuota Hangus Belum Dipatuhi Penuh, Komdigi Terus Tagih Operator
- Meutya menambahkan, “Kita lihat kemarin itu kalau disebut kepatuhannya ya, 50, 60, 70 persen ya dari para operator.
- Karena memang sudah melakukan, namun belum sepenuhnya.” Ia berharap laporan selanjutnya dalam tiga bulan ke depan akan menampilkan angka yang lebih tinggi.
- Secara sederhana, rollover kuota ibarat “menyimpan sisa makanan” di kulkas.
JAKARTA / INDONESIA — Jakarta – Kebijakan “kuota hangus” yang memungkinkan sisa kuota internet berpindah ke bulan berikutnya masih belum dijalankan secara menyeluruh oleh operator seluler. Bagi pengguna yang sering kehabisan kuota di pertengahan bulan, hal ini berarti masih ada risiko harus menunggu sampai akhir bulan untuk dapat mengakses data lagi.
Kronologi & Rangkuman Fakta Lapangan
Menurut Meutya Sukarnoputri, Kepala Direktorat Penyelenggaraan Telekomunikasi di Komdigi, “Kalau kuota kan kemarin sudah kita evaluasi ya dan sudah kita umumkan bahwa ada beberapa operator yang sudah menjalankan, semua sudah menjalankan.” Namun ia menegaskan, “ada beberapa yang kita hitung dari total opsi programnya itu ada berapa persen yang sudah dilakukan rollover, mana yang belum.” Data internal kementerian menunjukkan bahwa hanya setengah hingga tiga perempat paket internet yang memang menyediakan mekanisme rollover.
Meutya menambahkan, “Kita lihat kemarin itu kalau disebut kepatuhannya ya, 50, 60, 70 persen ya dari para operator. Karena memang sudah melakukan, namun belum sepenuhnya.” Ia berharap laporan selanjutnya dalam tiga bulan ke depan akan menampilkan angka yang lebih tinggi. “Mudah‑mudahan dalam laporan berikutnya di 3 bulan mendatang ini bisa lebih baik lagi,” ujarnya, menambahkan bahwa Komdigi akan terus mengingatkan operator setiap bulan meski belum menetapkan batas waktu pasti.
Apa Itu “Rollover Kuota”? Secara sederhana, rollover kuota ibarat “menyimpan sisa makanan” di kulkas. Jika Anda hanya makan setengah porsi nasi pada hari Senin, sisa setengah porsi itu dapat Anda gunakan lagi pada hari Selasa. Pada layanan internet, sisa kuota yang belum terpakai di akhir bulan dapat “dipindahkan” ke kuota bulan berikutnya, sehingga tidak terbuang. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 13/2023 tentang Kuota Hangus, yang mengharuskan semua paket data menyediakan opsi rollover.
Kenapa ini penting? Tanpa rollover, konsumen harus menunggu sampai siklus baru dimulai untuk mendapatkan kuota lagi, yang berarti potensi kehilangan produktivitas, hiburan, atau bahkan akses layanan penting seperti telemedicine. Bagi pelaku bisnis kecil yang mengandalkan internet untuk transaksi, hal ini bisa mengurangi pendapatan.
Dampak Nyata Bagi Pengguna Jika semua operator mengimplementasikan rollover secara penuh, konsumen akan merasakan kebebasan lebih dalam mengatur penggunaan data. Misalnya, seorang mahasiswa yang menghabiskan kuota besar saat mengerjakan tugas di akhir bulan tidak perlu menunggu hingga tanggal 1 untuk mengakses materi kuliah lagi. Di sisi lain, tingkat kepatuhan yang masih di bawah 70 % menandakan masih ada paket populer yang belum menawarkan fitur ini, sehingga konsumen harus cermat membaca syarat layanan sebelum berlangganan.
Kedepannya, publik menantikan laporan Komdigi tiga bulan ke depan. Jika angka kepatuhan naik signifikan, diharapkan muncul persaingan sehat antar operator untuk menawarkan paket dengan rollover paling fleksibel. Sebaliknya, jika progres tetap lambat, tekanan konsumen lewat media sosial dan regulator dapat memaksa operator mempercepat penyesuaian.
Dengan mata yang terus mengawasi, harapan besar kini tertuju pada operator seluler: selesaikan “sisa nasi” kuota agar tidak ada lagi yang terbuang.
Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.