Hujan Meteor Orionid Hiasi Langit, Ini Jadwal Terbaik Menyaksikannya
JAKARTA / INDONESIA — Orionid, hujan meteor tahunan yang berasal dari jejak Komet Halley, kembali muncul pada 2 Oktober hingga 7 November 2024. Puncaknya jatuh pada malam 21‑22 Oktober, saat Bumi melintasi “jalan raya debu” yang ditinggalkan komet itu.
Menurut data UK Meteor Network yang dikutip Space.com, partikel‑partikel kecil yang terlepas dari Komet Halley ratusan tahun lalu kini menjadi “batu loncatan” bagi Orionid. Saat Bumi menabrak aliran puing ini, partikel masuk atmosfer dan memanas seketika, menciptakan kilatan cahaya yang kita sebut meteor. NASA menambahkan, meteor Orionid meluncur dengan kecepatan luar biasa—sekitar 66 km per detik—hanya 5 km per detik lebih lambat dari saudara tercepatnya, Leonid. Bayangkan mobil sport yang melaju 237 000 km/jam menembus udara tipis; itulah kecepatan meteornya.
Pengamat yang ingin menikmati pertunjukan ini tidak perlu peralatan canggih. Pilih lokasi jauh dari lampu kota, seperti lapangan terbuka atau pantai, dan siapkan mata telanjang—kamera atau teleskop hanya menambah “selfie” setelah acara. Karena Orionid muncul di arah rasi Orion, arahkan pandangan ke bagian timur laut setelah gelap total. Pada malam puncak, fase bulan hampir baru, jadi cahaya alami tidak mengganggu. Jika cuaca berawan, catat perkiraan jam 02.00‑04.00 WIB; pada saat itu atmosfer paling stabil dan meteornya paling terlihat.
Istilah “hujan meteor” memang terdengar dramatis, tetapi sebenarnya hanya Bumi yang menembus “hujan pasir” mikroskopis. Debu es yang tertinggal oleh Komet Halley menjadi seperti butiran pasir di jalan raya; ketika mobil (Bumi) melaju melewatinya, butiran-butiran itu terbakar satu per satu, menghasilkan cahaya. Kecepatan tinggi Orionid berarti partikel masuk atmosfer hampir lurus, sehingga kilatnya tampak lebih tajam dan cepat melesat.
Bagi masyarakat, Orionid bukan sekadar tontonan estetis. Fenomena ini mengingatkan kita akan dinamika tata surya yang terus berubah, serta pentingnya melindungi langit dari polusi cahaya. Menyaksikan meteor dapat menumbuhkan rasa ingin tahu pada generasi muda tentang astronomi, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya area gelap untuk penelitian ilmiah. Selanjutnya, para astronom menantikan data kecepatan dan kerapatan partikel Orionid untuk memperbaiki model prediksi hujan meteor di masa depan. Jadi, siapkan selimut, cari spot gelap, dan nikmati pertunjukan kosmik yang hanya datang setahun sekali.
Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet
Koleksi fashion terpopuler, serum perawatan kulit, dan parfum aroma mewah bergaransi original.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.