BREAKING
Jelang IWL, Garudayaksa FC Women Tunjuk Serena Francis Jadi Manajer
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Internasional

Kota Chongqing Tawarkan Beasiswa Kuliah bagi Transmigran Indonesia

Kota Chongqing Tawarkan Beasiswa Kuliah bagi Transmigran Indonesia
Foto & Sumber: detikNews

Kamis (15 Oktober 2026) – Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kota Chongqing, China, mengajukan proposal kerja sama pendidikan dengan Kementerian Transmigrasi...

Beasiswa yang ditawarkan mencakup dua jenjang utama: program sarjana di universitas negeri maupun swasta yang terakreditasi, serta program diploma vokasi yang menekankan keahlian teknis. Menurut dokumen awal, alokasi dana diperkirakan mencapai 30 juta yuan (sekitar Rp 4,6 triliun) per tahun, dengan target awal 200 mahasiswa tiap angkatan. Waktu peluncuran masih dalam pembahasan, namun pihak Chongqing berharap program dapat dimulai pada semester ganjil 2027.

Potensi Manfaat bagi Transmigran

Transmigrasi Indonesia—program yang telah menyalurkan lebih dari 3 juta orang sejak 1950—kerap menghadapi tantangan akses pendidikan lanjutan di daerah tujuan. Banyak penerima program masih terjebak pada pekerjaan pertanian dengan upah rendah, sementara tingkat partisipasi perguruan tinggi di wilayah transmigrasi berada di bawah rata-rata nasional. Beasiswa Chongqing berpotensi membuka jalur pendidikan tinggi yang lebih terjangkau, sekaligus memperkenalkan standar kurikulum internasional dalam bidang teknik, manufaktur, dan bahasa Mandarin.

BACA JUGA Mentrans Kunjungi Desa Percontohan Zhenwugong di Chongqing, Pelajari Model Kawasan Pedesaan Berkelanjutan

Menurut Dr. Siti Nurhaliza, dosen Kebijakan Publik Universitas Indonesia, “Kesempatan belajar di luar negeri, khususnya di kota industri seperti Chongqing, dapat meningkatkan kompetensi teknis transmigran dan, pada gilirannya, memperkuat produktivitas sektor pertanian dan manufaktur di daerah asal mereka.” Ia menambahkan bahwa beasiswa harus diimbangi dengan mekanisme reintegrasi, agar lulusan kembali berkontribusi pada pembangunan lokal.

Kekhawatiran dan Pertimbangan Strategis

Di sisi lain, sejumlah pakar menyoroti risiko ketergantungan pada bantuan pendidikan asing. Prof. Ahmad Rizal, pakar Hubungan Internasional LIPI, mengingatkan bahwa beasiswa berskala besar dapat menjadi instrumen soft power China. “Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu; ia juga membawa nilai, jaringan, dan persepsi politik. Pemerintah Indonesia perlu memastikan bahwa program ini tidak menjadi pintu masuk bagi pengaruh yang tidak seimbang,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga meminta kejelasan mengenai akreditasi program, pengakuan gelar, serta persyaratan beasiswa, termasuk beban biaya hidup di Chongqing yang relatif tinggi. “Jika biaya hidup tidak termasuk dalam paket beasiswa, beban finansial tetap akan dirasakan oleh keluarga transmigran,” kata Kepala Biro Internasional Kemendikbud, Dr. Rina Sutanto.

Langkah Konkret Kementrans

Iftitah menegaskan bahwa Kementrans akan membentuk tim koordinasi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing untuk meninjau dokumen kerja sama, menilai kelayakan finansial, dan menyusun mekanisme seleksi penerima beasiswa. “Seleksi akan mengutamakan calon yang memiliki rekam jejak akademik baik, motivasi jelas untuk kembali berkontribusi di daerah asal, dan kemampuan bahasa Mandarin dasar,” tambahnya.

Selain itu, Kementrans berencana mengadakan sosialisasi di kantor-kantor transmigrasi provinsi, bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan Tinggi (LPPT) untuk memfasilitasi proses aplikasi, dan menyiapkan program orientasi budaya bagi calon mahasiswa.

BACA JUGA Mentrans Cek Pabrik Pengolah Limbah di Chongqing: Presiden Concern soal Sampah

Implikasi bagi Hubungan Indonesia‑China

Kerja sama ini menambah daftar inisiatif bilateral Indonesia‑China di bidang pendidikan, yang sebelumnya meliputi beasiswa Sarjana China (CSC) dan program magang teknis. Jika berhasil, beasiswa Chongqing dapat memperkuat posisi China sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia, sekaligus menambah dimensi diplomatik di luar perdagangan dan infrastruktur.

Bagi transmigran, peluang belajar di Chongqing menawarkan alternatif bagi mereka yang selama ini terhalang akses ke perguruan tinggi. Namun, keberhasilan program akan sangat bergantung pada transparansi alokasi dana, kejelasan persyaratan, dan komitmen kedua negara untuk menjamin bahwa manfaat pendidikan kembali ke masyarakat Indonesia, bukan hanya menjadi aset bagi pihak luar.

Dengan langkah-langkah pengawasan yang ketat dan mekanisme reintegrasi yang terstruktur, beasiswa ini berpotensi menjadi contoh kerja sama internasional yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikNews. Baca Berita Asli di detikNews →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
LIFESTYLE & BEAUTY Shopee Pilihan Redaksi

Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet

Koleksi fashion terpopuler, serum perawatan kulit, dan parfum aroma mewah bergaransi original.

Cek Koleksi Viral →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA STY Bicara soal Peluang Pattynama Main di Persita vs Persija SELANJUTNYA Pasokan BBM Bali Normalisasi Total? Cek Fakta Operasional Pertamina Lintas Pulau Dewata
LIFESTYLE & BEAUTY Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet
Cek Koleksi Viral →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!