China Jauh Kalahkan Produksi Perikanan RI, Begini Rencana Trenggono
JAKARTA / INDONESIA — Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan kesenjangan produksi perikanan Indonesia dengan China masih cukup besar. Produksi perikanan Indonesia disebut baru mencapai sekitar 13 juta ton, sedangkan produksi budidaya China telah menembus 80 juta ton per tahun.
Trenggono menilai Indonesia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan produksi perikanan, terutama melalui pengembangan sektor budidaya.
"Kan kita masih kurang, dalam arti tidak semelimpah...contoh di China itu, negara yang begitu besar dia hasil dari budidayanya sudah sampai 80-an juta ton setiap tahun, bayangkan saja untuk pemenuhan protein dalam kerangka food security. Kan protein jadi bagian dari itu," kata Trenggono dalam Squawk Box: Foodagri Insight CNBC Indonesia, dikutip Kamis (15/10/2026).
Sementara itu, Trenggono menyebut produksi perikanan Indonesia masih sekitar 13 juta ton, termasuk rumput laut. Dari jumlah tersebut, produksi perikanan budidaya baru sekitar 5,5 juta ton, sedangkan sisanya masih didominasi hasil penangkapan di laut.
"Sementara budidaya itu baru 5,5 juta ton, selebihnya masih penangkapan bebas di laut. Dan menurut saya ini yang sekarang sedang digalakkan oleh Bapak Presiden, untuk kemudian kita menjadi sangat kuat khususnya di sektor budidaya," ujarnya.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah mendorong penguatan budidaya perikanan, salah satunya melalui rencana pembangunan 40.000 titik budidaya berbasis teknologi Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) di desa-desa hingga 2029.
Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.