Ratu Ekstasi Diungkit Buat Serang Anak, Zarima: Masa Lalu Saya Sudah Selesai
Zarima Mirafsur, mantan model yang pernah dikenal dengan julukan “Ratu Ekstasi”, kembali menjadi sorotan publik ketika nama masa lalunya diungkit kembali oleh netizen.
Pada pertemuan di Polda Metro Jaya pada Kamis (15 Oktober 2026), Zarima menegaskan secara tegas bahwa segala proses hukum yang menjeratnya pada akhir 1990‑an telah selesai dipertanggungjawabkan. Ia menuntut publik menghentikan upaya mengaitkan masa kelam tersebut dengan anaknya. “Masa lalu saya kan sudah saya jalani, dan sudah selesai prosesnya. Sedangkan itu sangat mengganggu mental anak saya yang sedang berjuang dalam aktingnya, kariernya ke depannya,” kata ia.
Latar Belakang Kasus
Kasus yang menimpa Zarima pada era 1990‑an belum pernah terselesaikan secara publik. Berita awal menyebutnya terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum, namun detailnya tidak pernah diungkap secara resmi. Sejak saat itu, nama “Ratu Ekstasi” sering muncul di forum online, terutama ketika topik terkait industri hiburan atau model menyoroti nama-nama kontroversial.
Pada 2024, ketika Yusuf Kartiko mulai dikenal lewat penampilan di beberapa sinetron, komentar tentang latar belakang keluarganya kembali muncul. Beberapa penggemar memunculkan link ke arsip berita lama, menuduh bahwa ayahnya masih memiliki keterlibatan dalam perkara yang tidak pernah selesai. Hal ini memicu gelombang komentar yang menuntut klarifikasi.
Reaksi Sosial Media
Di platform media sosial, komentar beragam muncul. Beberapa pengguna menganggap bahwa masa lalu Zarima masih relevan dengan karier anaknya, sementara yang lain menilai bahwa peristiwa tersebut sudah tidak ada hubungannya dengan generasi berikutnya. Di tengah perdebatan, tidak jarang komentar mengandung unsur penghakiman atau saran agar Yusuf menjauh dari industri hiburan.
Dampak pada Karier Anak
Yusuf Kartiko, yang saat ini berusia 14 tahun, sedang mengembangkan kariernya di dunia akting. Menurut beberapa sumber yang berbicara secara anonim, tekanan mental akibat kontroversi keluarga menambah beban psikologis bagi sang anak. Dalam wawancara singkat, seorang psikolog anak yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa “keterkaitan antara latar belakang keluarga dan karier anak dapat memengaruhi persepsi publik, yang pada gilirannya berdampak pada peluang kerja dan persepsi diri anak.”
Pernyataan Resmi Zarima
Zarima menegaskan kembali bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan aktifnya dalam perkara “Betrand Peto” atau bahwa ia masih memiliki hubungan hukum dengan pihak yang bersangkutan. Ia menekankan bahwa “proses hukum selesai” dan tidak ada lagi perkara yang menuntutnya. Ia juga meminta agar media dan netizen menghormati privasi anaknya, yang belum pernah terlibat dalam kasus tersebut.
Kasus ini menyoroti bagaimana jejak masa lalu seseorang dapat terus mengintai kehidupan pribadi dan profesional keluarga, khususnya di era digital di mana informasi dapat tersebar dengan cepat. Meskipun Zarima menegaskan bahwa masalah hukum telah diselesaikan, tekanan publik tetap terasa, terutama bagi anaknya yang tengah meniti karier di industri hiburan.
KabarViral 62 akan terus memantau perkembangan situasi ini, menyoroti bagaimana media dan masyarakat menyeimbangkan antara hak atas privasi dan kepentingan publik dalam menilai figur publik yang pernah terlibat kontroversi.
Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.