BREAKING
7 Ciri-Ciri Kecerdasan Emosionalmu Rendah, Apa Saja Tandanya?
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Sains & Lingkungan

Sekat Kanal Gambut Bisa Tekan Risiko Karhutla, Ini Cara Kerjanya

Sekat Kanal Gambut Bisa Tekan Risiko Karhutla, Ini Cara Kerjanya
Foto & Sumber: detikInet

Di tengah lahan gambut yang luas di Kalimantan, Indonesia, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius.

Gambut terbentuk dari tumpukan sisa tumbuhan yang terurai tidak sempurna di lingkungan yang basah. Proses ini berlangsung selama ratusan tahun, menghasilkan lapisan organik yang sangat padat. Ketika lahan gambut dikeringkan—misalnya lewat saluran drainase—muka air tanah turun. Tanah menjadi kering, sehingga material organik di dalamnya mudah terbakar. Bahkan, api dapat merambat di bawah permukaan tanah, membuat kebakaran sulit dihentikan.

Sekat kanal bekerja dengan prinsip menjaga kelembapan tanah. Kanal ini dibangun di sepanjang jalur drainase utama, berfungsi menahan aliran air agar tidak merembes ke area yang lebih luas. Dengan menurunkan laju aliran, air yang tersisa di tanah dapat lebih lama menahan kelembapan. Akibatnya, suhu tanah tidak naik terlalu tinggi dan bahan organik tidak menjadi kering secara drastis. Semakin lama tanah tetap basah, semakin kecil kemungkinan terjadinya karhutla.

Berikut cara sekat kanal membantu mengurangi risiko kebakaran:

BACA JUGA Cegah Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Strategi Putus Kepala Api
  • Menahan aliran air – Kanal menghambat gerakan air ke area yang lebih luas, sehingga kelembapan tetap terjaga di tempat yang penting.
  • Menurunkan suhu tanah – Tanah yang lebih basah memiliki suhu yang lebih rendah, sehingga bahan organik tidak mudah terbakar.
  • Mengurangi kelembapan udara – Dengan menahan air di tanah, kelembapan relatif di udara di sekitar lahan juga berkurang, membuat kondisi lebih sepi bagi penyalaan api.
  • Mencegah penyebaran api bawah tanah – Tanah yang tetap lembab menghambat jalannya api di bawah permukaan, memutuskan jalur penyebaran.

Studi yang dipublikasikan oleh Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa di kawasan yang telah diterapkan sekat kanal, tingkat kelembapan tanah rata-rata meningkat 15 % dibandingkan area tanpa sekat. Penelitian tersebut juga mencatat penurunan frekuensi kebakaran hutan sebesar 20 % selama periode tiga tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa sekat kanal tidak hanya sekadar menahan air, tetapi juga menjadi alat mitigasi risiko karhutla yang praktis dan murah.

Namun, sekat kanal bukan solusi tunggal. Untuk mencapai dampak yang lebih signifikan, perlu dikombinasikan dengan upaya lain, seperti:

  • Pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan – Menghindari pembukaan lahan gambut secara sembarangan dan memelihara vegetasi asli yang membantu menjaga kelembapan tanah.
  • Penerapan kebijakan penegakan hukum – Memastikan tidak ada kegiatan pembakaran lahan gambut yang ilegal.
  • Pemberdayaan masyarakat lokal – Melibatkan warga dalam pemantauan dan perawatan kanal serta lahan gambut.

Di sisi kebijakan, pemerintah daerah di Kalimantan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk membangun sekat kanal di beberapa lokasi strategis. Program ini dilengkapi dengan pelatihan teknis bagi petani dan tenaga kerja lokal, sehingga mereka dapat merawat kanal secara mandiri. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA Karhutla Berulang Bikin Hutan Makin Rentan Terbakar

Bagi pembaca yang tinggal di daerah yang rawan karhutla, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  • Pantau kelembapan tanah – Gunakan alat sederhana seperti meter kelembapan tanah atau sekadar meraba tanah. Jika terasa kering, segera lakukan penyiraman.
  • Jaga vegetasi asli – Tanam kembali hutan gambut asli jika ada area yang telah terkelupas.
  • Laporkan kebakaran kecil – Jika menemukan api kecil, segera laporkan ke petugas setempat. Penanganan dini dapat mencegah kebakaran menjadi besar.

Kesimpulannya, sekat kanal gambut adalah solusi praktis yang dapat menekan risiko karhutla. Dengan menahan aliran air, menjaga kelembapan tanah, dan mengurangi suhu serta kelembapan udara, sekat kanal memecahkan salah satu penyebab utama kebakaran hutan di lahan gambut. Namun, keberhasilan jangka panjang memerlukan sinergi antara teknologi sederhana, kebijakan yang kuat, dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan pendekatan holistik ini, Indonesia dapat melindungi hutan gambutnya sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan bagi generasi mendatang.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikInet. Baca Berita Asli di detikInet →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA PHE Bor Sumur Eksplorasi di Kaltara, Bidik Cadangan Migas Baru SELANJUTNYA Ini Deretan Fitur Unggulan Trio Moto G Terbaru
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!