BREAKING
BSI (BRIS) Bidik Kantor Cabang Jeddah Buka Januari 2027
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Gaya Hidup & Karir

Viral Pria Berbaju Ojol Jual Bensin Rp 200 Ribu Sebotol ke Bule Canggu

Viral Pria Berbaju Ojol Jual Bensin Rp 200 Ribu Sebotol ke Bule Canggu
Foto & Sumber: detikTravel

Video seorang pria berkaos ojek online (ojol) yang menjual bahan bakar minyak (BBM) eceran seharga Rp 200 ribu per botol menyebar cepat di media sosial akhir pekan lalu.

Meskipun video menimbulkan tawa, praktik penjualan BBM secara eceran tanpa izin menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan, kepatuhan regulasi, dan dampak pada ekonomi informal di daerah wisata.

Harga BBM di Bali vs Penjualan Eceran

Bali, sebagai tujuan wisata utama, memiliki jaringan pompa bensin yang tersebar di tiap kecamatan. Harga yang tercantum pada spanduk pompa bersifat standar dan sudah termasuk pajak serta biaya distribusi. Penjualan eceran di luar jaringan resmi biasanya tidak mengikutsertakan pajak, sehingga menurunkan pendapatan negara. Namun, dalam kasus ini penjual justru menambah margin hingga hampir tiga kali lipat harga pasar.

BACA JUGA Viral Habib Tuai Kecaman usai Lecehkan Perempuan Saat Ceramah

Jika dihitung, 1,5 liter bensin seharusnya berharga sekitar Rp 22.500‑25.500 (bensin bersubsidi) atau Rp 24.000‑25.500 (bensin non‑subsidi). Penjual menagih Rp 200.000, artinya konsumen membayar lebih dari 7 kali lipat. Bagi turis yang tidak familiar dengan tarif lokal, perbedaan ini mudah terlewat, terutama jika ditawarkan dalam bahasa Inggris yang sederhana.

Aspek Hukum dan Keamanan

Menurut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 31/2022 tentang Penjualan Bahan Bakar Minyak, penjualan BBM hanya boleh dilakukan oleh perusahaan yang memiliki izin usaha, fasilitas penyimpanan, dan standar keselamatan. Penjualan eceran di luar pompa resmi melanggar ketentuan tersebut karena tidak ada prosedur pengukuran volume yang akurat, tidak ada jaminan kebersihan wadah, serta berisiko kebocoran atau kebakaran.

Polisi daerah Badung mengonfirmasi bahwa mereka tengah menelusuri identitas pria dalam video dan menyiapkan langkah penegakan hukum bila terbukti melanggar peraturan. Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Bahan Bakar Minyak (APBM) menegaskan pentingnya edukasi bagi wisatawan agar membeli BBM hanya di SPBU resmi, yang menyediakan kwitansi dan jaminan kualitas.

Mengapa Praktik Ini Muncul?

Beberapa pengamat ekonomi informal mencatat bahwa peningkatan biaya hidup di Bali—termasuk kenaikan sewa rumah, bahan makanan, dan transportasi—memaksa sebagian pekerja sektor pariwisata mencari sumber pendapatan tambahan. Penjualan BBM eceran, meski berisiko, menawarkan margin tinggi dalam waktu singkat.

Namun, pendekatan ini tidak berkelanjutan. “Kalau Anda menjual bensin dalam botol plastik, Anda menambah beban pada lingkungan dan mengurangi pendapatan pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah,” ujar Budi Santoso, peneliti ekonomi kreatif Universitas Udayana. “Alternatif yang lebih aman adalah mengembangkan layanan pendukung wisatawan, seperti sewa sepeda listrik atau paket tur lokal, yang tidak melanggar regulasi.”

Dampak pada Turis dan Rekomendasi Praktis

Bagi wisatawan, risiko utama potensi kerusakan kendaraan akibat kontaminasi atau volume yang tidak terukur. Bensin yang disimpan dalam wadah plastik tanpa standar kebersihan dapat mengandung kotoran atau air, yang berpotensi merusak mesin.

BACA JUGA Video: Persib Taklukkan The Cong Viettel 1-0

Konsumen disarankan untuk:

  • Memeriksa logo resmi SPBU (logo Pertamina atau perusahaan lain) sebelum membeli.
  • Meminta kwitansi sebagai bukti transaksi.
  • Menggunakan aplikasi peta atau layanan ride‑hailing yang menampilkan lokasi SPBU terdekat.
  • Melaporkan penjual yang menawarkan BBM di luar jaringan resmi kepada Satpol PP atau polisi setempat.

Penutup

Kasus penjualan bensin eceran di Canggu menyoroti dinamika ekonomi informal di kawasan wisata yang sedang bertransformasi. Meskipun tampak menguntungkan bagi penjualnya, praktik ini menyalahi regulasi, menimbulkan risiko keselamatan, dan merugikan negara melalui hilangnya pajak. Pengawasan yang lebih ketat dan edukasi bagi wisatawan menjadi langkah awal untuk mencegah fenomena serupa berkembang.

Artikel ini disusun berdasarkan video yang beredar di media sosial, laporan polisi Badung, serta data harga BBM resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral per 2024.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikTravel. Baca Berita Asli di detikTravel →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
LIFESTYLE & BEAUTY Shopee Pilihan Redaksi

Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet

Koleksi fashion terpopuler, serum perawatan kulit, dan parfum aroma mewah bergaransi original.

Cek Koleksi Viral →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Iis Dahlia Puji Mayangsari: Suara-Penampilannya Masih Bisa Saingi Anak Muda SELANJUTNYA Prabowo Dorong Percepatan Transformasi secara Menyeluruh di PLN
LIFESTYLE & BEAUTY Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet
Cek Koleksi Viral →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!