1.500 Karyawan Meta Jadi Korban Maling, Manajemen Buka Suara
JAKARTA / INDONESIA — Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 1.500 karyawan Meta menjadi korban peretasan setelah informasi pribadi mereka dilaporkan ikut dicuri. Induk perusahaan Facebook tersebut menyatakan telah mulai mengirimkan pemberitahuan resmi kepada para pegawai yang terdampak.
Insiden pembobolan ini pertama kali terdeteksi pada beberapa minggu lalu. Meta menduga informasi pribadi tersebut berhasil dikantongi pelaku setelah peretas berhasil menyusup masuk ke sejumlah repositori GitHub milik perusahaan.
Berdasarkan investigasi, sebanyak 99% data yang berhasil diambil merupakan data bisnis, yakni berupa kode perangkat lunak (software code) yang berkaitan dengan sejumlah produk perusahaan. Sementara sisanya merupakan data pribadi, meski pihak perusahaan tidak merinci secara spesifik jenis informasi apa saja yang ikut terdampak.
Kendati demikian, data pribadi tersebut sejatinya tersimpan di dalam repositori secara tidak sengaja. Seharusnya, data-data sensitif tersebut tidak berada di sana karena bertentangan langsung dengan kebijakan internal Meta.
Sebagian besar data pribadi yang bocor tersebut juga diduga merupakan data uji sintetis atau data anonim. Dengan demikian, ada kemungkinan besar peretas tidak dapat membedakan antara data asli dan data tiruan yang berhasil mereka dapatkan.
Meta menegaskan bahwa insiden pembobolan ini sama sekali bukan berasal dari celah keamanan pada produk perusahaan. Peretasan tersebut murni terjadi akibat aksi pencurian kredensial atau kata sandi milik karyawan.
Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.