BREAKING
Kemenlu Imbau WNI di Arab Saudi Batasi Perjalanan Imbas Serangan Houthi
KABARVIRAL 62
INDONESIA VERIFIED NEWSROOM
Gaya Hidup & Karir

7 Cara Menyikapi Teman Kerja yang Toxic, Berdamai Tanpa Harus Resign

7 Cara Menyikapi Teman Kerja yang Toxic, Berdamai Tanpa Harus Resign
Foto & Sumber: CNN Indonesia

Pernahkah pagi Anda di kantor terasa berat bukan karena beban kerja, tetapi karena ada satu rekan yang kehadirannya saja sudah bikin jantung berdebar? Ya, kita sedang bicara soal toxic colleague.

Menurut liputan yang merujuk pada panduan HR Acuity, langkah pertama yang krusial adalah menetapkan batasan yang jelas. Bayangkan batasan ini seperti pagar rumah; Anda boleh bertamu, tetapi tidak boleh masuk ke ruang terdalam tanpa izin. Jika rekan kerja sering mencampuri urusan pribadi, meremehkan pendapat, atau melempar tugas di luar tanggung jawabnya, sampaikan batasan tersebut dengan sopan tetapi tegas. Tujuannya bukan untuk berdebat, melainkan agar Anda tetap profesional dan tidak dieksploitasi. Ingat, profesionalisme tidak berarti Anda harus menjadi "spon" yang menyerap semua energi negatif orang lain.

Ketika batasan sudah ditarik, tantangan berikutnya adalah menjaga emosi tetap stabil. Rekan kerja toxic sering kali sengaja melontarkan komentar menyakitkan atau memancing konflik hanya untuk melihat reaksi Anda. Di sinilah psikologi berperan: jika Anda membalas dengan amarah, mereka justru merasa "menang" karena berhasil mengendalikan emosi Anda. Oleh karena itu, hindari membalas dengan kemarahan. Anggap komentar mereka sebagai "suasana cuaca" yang lewat; tidak perlu Anda tangkap dengan tangan kosong. Tetap tenang adalah cara terbaik untuk memutus rantai drama yang mereka bangun.

BACA JUGA 5 Tempat Wisata Ini Masuk Bucket List Teratas Traveler Dunia

Apa yang dimaksud dengan "berdamai" di sini? Ini bukan berarti Anda akan berteman akrab atau memaafkan semua kesalahan mereka secara instan. "Berdamai" dalam konteks ini lebih kepada penerimaan bahwa Anda tidak bisa mengubah sifat orang lain yang sudah mapan. Yang bisa Anda ubah adalah respons dan jarak Anda terhadap mereka. Dengan mencatat kejadian yang merugikan dan mencari dukungan dari orang terpercaya, Anda membangun "benteng" perlindungan diri. Jika perilaku tetap berulang dan merugikan, baru langkah formal seperti pelaporan menjadi opsi.

Dampak nyata dari pendekatan ini adalah kembalinya ketenangan di ruang kerja. Anda tidak lagi menghabiskan energi mental untuk memikirkan komentar negatif, sehingga fokus kembali tertuju pada produktivitas dan kesehatan diri. Publik kini lebih sadar bahwa kesehatan mental di tempat kerja sama pentingnya dengan gaji. Jadi, daripada stres terus-menerus, cobalah terapkan strategi ini. Karier Anda jauh lebih berharga daripada drama kantor yang tidak perlu.

BACA JUGA Lebih Hemat, Begini 9 Cara Pakai Hidrogen Peroksida di Rumah
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNN Indonesia. Baca Berita Asli di CNN Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
LIFESTYLE & BEAUTY Shopee Pilihan Redaksi

Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet

Koleksi fashion terpopuler, serum perawatan kulit, dan parfum aroma mewah bergaransi original.

Cek Koleksi Viral →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Buruh Desak Pemerintah Batasi Outsourcing, Hapus Pesangon 0,5 Kali SELANJUTNYA 5 Makam Kuno di Indonesia yang Menyimpan Jejak Sejarah Islam Nusantara
Tautan berhasil disalin ke clipboard!