Studi: Rumah yang 'Melingkupi' Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak
Saat menatap langit lewat jendela kamar, banyak yang tak sadar bahwa “pemandangan” di sekeliling rumah sebenarnya bisa mengatur kualitas tidur.
Saat menatap langit lewat jendela kamar, banyak yang tak sadar bahwa “pemandangan” di sekeliling rumah sebenarnya bisa mengatur kualitas tidur.
Jatuh cinta itu kayak naik roller coaster: adrenalin, senyuman, dan kadang perasaan yang bikin otak “berputar”. Kalau sudah terjebak di dalamnya, kita sering lupa bahwa otak kita masih punya logika yang harus dipegang.
Pernahkah pagi Anda di kantor terasa berat bukan karena beban kerja, tetapi karena ada satu rekan yang kehadirannya saja sudah bikin jantung berdebar? Ya, kita sedang bicara soal toxic colleague.
Jika Anda melangkah ke sudut-sudut terpencil Indonesia, tak jarang mata akan tertuju pada batu nisan yang tampak sederhana. Namun di balik permukaan itu, ada cerita panjang tentang kapal dagang Arab, guru dakwah yang menebar cahaya, dan jaringan perdagangan yang dulu menghubungkan barat laut Sumatera hingga pesisir timur Jawa.
Pernah nggak sih, Anda mikir “bisa nggak sih, barang-barang pembersih yang biasanya mahal bisa diganti dengan sesuatu yang lebih murah, tapi tetap aman?” Di tengah pandemi, banyak yang mencari alternatif bersih tanpa harus menguras dompet. Hidrogen peroksida (H₂O₂), yang biasanya dipakai di klinik atau laboratorium, kini menjadi “superhero” rumah tangga.
Pernahkah Anda merasa terpesona oleh sebuah bangunan yang seolah hidup? Jika iya, bayangkan jika keajaiban itu diukur secara ilmiah dan dinobatkan sebagai "mimpi terlarang" kaum pelancong.
Di tengah sorotan media, nama Gianni Infantino—presiden FIFA—kembali menjadi topik hangat. Pada 13 Oktober 2026, laporan ESPN mengungkap bahwa Infantino menerima pembayaran tambahan Rp30 miliar (sekitar US$2,3 juta) dari FWC2026, badan yang dikhususkan untuk mengelola Piala Dunia 2026.
Mata Tanpa Tanda, Tapi Bisa Bikin Penglihatan Hilang Kita semua pernah dengar pepatah “mata tidak pernah bohong,” namun kenyataannya ada empat penyakit mata yang bisa berkembang tanpa memberi sinyal apa‑apa.
Gema konser Andrea Bocelli di Indonesia tiba-tiba berubah menjadi riuh disikapi publik. Bukan soal kualitas vokal tenor legendaris itu, melainkan soal “etika panggung” yang kini menjadi sorotan tajam.
Katarak—bisa dibilang “kabut” yang menutupi lensa mata—kini menjadi isu kesehatan yang menggelitik perhatian publik. Pada Hari Penglihatan Sedunia 2026 (8 Oktober), data terbaru mengungkap bahwa lebih dari delapan puluh persen kebutaan pada orang berusia 50 tahun ke atas di Indonesia disebabkan oleh katarak.