Akses Starlink Tiba-Tiba Dibatasi Tanpa Peringatan, Ada Apa?
JAKARTA / INDONESIA — Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pejabat Ukraina melaporkan bahwa SpaceX membatasi layanan Starlink di negara tersebut secara sepihak tanpa peringatan terlebih dahulu. Pembatasan ini berdampak langsung pada efektivitas serangan drone tempur Ukraina terhadap posisi militer Rusia.
"Pasukan pertahanan kami tidak menerima peringatan mengenai pembatasan ini, sehingga menyebabkan terganggunya sejumlah misi," ujar penasihat presiden, Serhiy Beskrestnov, melalui unggahan di Telegram, dikutip dari Reuters, Kamis (15/10/2026).
Operasi militer yang terdampak salah satunya adalah penerbangan drone berkecepatan di atas 160 km/jam. Drone dilaporkan tetap terbang, namun menjadi sangat sulit untuk dikendalikan.
"Dari pengamatan kami, selama penerbangan, koneksi terputus selama 10-20 detik meski pada kecepatan 110-120 km/jam. Drone memang tetap bergerak, tetapi menjadi sangat sulit dikendalikan," ungkap perwakilan Korps Reaksi Cepat ke-7.
Unit militer tersebut menambahkan bahwa sejumlah misi terpaksa dibatalkan akibat kendala teknis ini. Hingga saat ini, belum ada alasan resmi terkait penyebab dibatasinya layanan Starlink tersebut.
Starlink pertama kali diaktifkan di Ukraina pada 2022 lalu, tak lama setelah invasi Rusia dimulai. Sejak saat itu, layanan internet berbasis satelit tersebut menjadi tulang punggung komunikasi medan perang bagi pasukan Ukraina.
Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.