Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel untuk Perangi Houthi
- Menurut Haaretz, yang mengutip sumber diplomatik tak disebutkan, MBS khawatir bahwa kolaborasi militer akan memicu protes di kalangan rakyat Saudi.
- Sumber lain menyebut Israel berharap kerja sama ini dapat mempererat hubungan bilateral dan membuka pintu normalisasi hubungan di masa depan.
- MBS, di sisi lain, tetap menegaskan bahwa normalisasi hanya akan terjadi setelah tercapainya kesepakatan damai dengan Palestina, termasuk pembentukan negara Palestina.
JAKARTA / INDONESIA — Di tengah serangan Houthi yang menargetkan bandara di Arab Saudi, Menteri Pertahanan Israel mengusulkan kerja sama militer dengan Riyadh. Namun, pemimpin Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menolak tawaran tersebut, menegaskan bahwa hubungan dengan Israel masih terhalang masalah Palestina.
Kronologi & Rangkuman Fakta Lapangan
Menurut Haaretz, yang mengutip sumber diplomatik tak disebutkan, MBS khawatir bahwa kolaborasi militer akan memicu protes di kalangan rakyat Saudi. Sumber lain menyebut Israel berharap kerja sama ini dapat mempererat hubungan bilateral dan membuka pintu normalisasi hubungan di masa depan. MBS, di sisi lain, tetap menegaskan bahwa normalisasi hanya akan terjadi setelah tercapainya kesepakatan damai dengan Palestina, termasuk pembentukan negara Palestina.
Serangan Houthi yang terjadi pada 12‑13 Oktober 2026 menewaskan 13 orang di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan melukai lebih dari 300 orang. Pada hari berikutnya, bandara tersebut kembali menjadi sasaran, menyebabkan satu warga Pakistan tewas dan 11 orang terluka. Serangan ini menandai kebangkitan aktivitas militan setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.
Houthi, yang memerintah Yaman sejak 2014, telah menjadi ancaman bagi keamanan regional. Koalisi Arab Saudi memulai intervensi militer pada 2015 untuk menegakkan pemerintahan Yaman yang diakui internasional. Kini, serangan di Arab Saudi menunjukkan bahwa ancaman Houthi masih sangat nyata, memaksa Riyadh untuk mempertimbangkan opsi pertahanan yang lebih kuat.
Bagi masyarakat biasa, keputusan Saudi menolak bantuan Israel berarti tidak ada perbaikan segera terhadap keamanan bandara dan infrastruktur vital. Namun, langkah tersebut juga mencerminkan ketegangan politik yang lebih luas: hubungan Arab Saudi‑Israel tetap terhambat oleh isu Palestina. Publik di kedua negara kini menantikan apakah kebijakan ini akan memicu dialog damai atau justru memperkuat kebingungan di wilayah yang sudah tegang.
Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.