Asap Karhutla Tertahan di Langit-Halangi Matahari Bikin Sulit Hujan
JAKARTA / INDONESIA — Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendatangkan hujan di wilayah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi tantangan. Salah satu kendalanya adalah asap pekat yang terperangkap di bawah lapisan inversi sehingga menghambat masuknya sinar matahari.
"Jadi ini kan sekarang asapnya tertahan nih, di bawah ketinggian dari 7.000 kaki. Di atasnya ada lapisan inversi, ini kita buka dengan menggunakan dry ice," ujar Faisal saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Faisal menjelaskan, BMKG menggunakan teknologi dry ice untuk membuka lapisan inversi tersebut. Setelah lapisan terbuka, asap diharapkan dapat naik sehingga sinar matahari bisa masuk dan meningkatkan penguapan yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Kemudian setelah terbuka asapnya akan keluar, sinar matahari bisa masuk. Itu dapat meningkatkan penguapan yang memberikan peningkatan pada pertumbuhan awan hujan," katanya.
"Jadi setelah itu baru kita dapat melakukan OMC lagi, itu dapat menurunkan hujan di daerah-daerah yang selama ini menjadi tantangan dalam pemadaman dari kebakaran-kebakaran, khususnya di daerah gambut ya, dan juga di tanah mineral," lanjut dia.
Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.