BREAKING
Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Brasil
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Tekno & AI

Bluesky Perluas Attie dengan AI, Siap Bantu Pengguna Bikin Situs, Game, dan Pengalaman Sosial Mandiri

Bluesky Perluas Attie dengan AI, Siap Bantu Pengguna Bikin Situs, Game, dan Pengalaman Sosial Mandiri
Foto & Sumber: TechCrunch

Jakarta, 16 Oktober 2026 — Bluesky, jaringan sosial terdesentralisasi yang mengusung AT Protocol (atproto), meluncurkan pembaruan signifikan pada aplikasi eksperimentalnya, Attie.

Attie sebelumnya dikenal sebagai alat yang menghasilkan feed sosial kustom dengan bantuan kecerdasan buatan. Kini, CEO Bluesky Toni Schneider mengumumkan penambahan “vibe coding” — istilah yang ia pakai untuk menyebut proses pembuatan konten kolaboratif yang terintegrasi dengan jaringan sosial. “Kami menambahkan fitur yang memungkinkan Anda membangun situs dan pengalaman sosial untuk kelompok orang. Jadi, pikirkan ini sebagai ‘social vibe coding’ untuk komunitas Anda,” ujar Schneider dalam wawancara di konferensi Disrupt.

Cara Kerja dan Pilihan Teknologi

  • Pengguna Attie dapat menghubungkan identitas atproto mereka, yang berfungsi sebagai identitas terdesentralisasi di ekosistem Bluesky. Selanjutnya, aplikasi menyarankan tipe proyek—misalnya blog komunitas, mini‑game, atau ruang diskusi—berdasarkan profil publik pengguna di Blues Bluesky. Untuk menggerakkan proyek, Attie mendukung dua opsi:
  • Model AI pribadi: Pengguna yang memiliki model bahasa atau gambar khusus dapat mengunggahnya ke Attie.
  • Model terbuka (open‑weight): Pilihan model yang tersedia secara publik, biasanya berbasis arsitektur transformer yang dapat diakses secara gratis.
BACA JUGA Daftar 22 Aplikasi Berisiko Tinggi di RI, Banyak Digunakan Sehari-Hari

Setelah selesai, hasil karya otomatis terpublikasi di jaringan atproto, memberi akses langsung ke jutaan pengguna Bluesky tanpa perantara sentral.

Dampak pada Ekosistem Desentralisasi

Dengan menambahkan fungsi pembuatan konten, Bluesky menegaskan kembali visinya: menciptakan “Atmosphere”, jaringan sosial terdesentralisasi yang tidak bergantung pada server milik perusahaan besar. Menurut COO Rose Wang, integrasi Attie memperluas “audience reach” Bluesky, memungkinkan konten buatan pengguna menembus jaringan yang sudah ada.

Namun, pakar keamanan siber independen, Dr. Rina Santoso (Lembaga Keamanan Digital Indonesia), mengingatkan potensi risiko. “Konten yang dihasilkan AI dapat mengandung kerentanan, misalnya skrip berbahaya atau data pribadi yang tidak sengaja terekspos. Pada platform terdesentralisasi, tidak ada otoritas tunggal yang dapat memfilter atau menanggapi penyalahgunaan secara cepat,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya mekanisme verifikasi kode dan audit komunitas untuk menjaga integritas aplikasi.

Aspek Ekonomi dan Kewirausahaan

Bagi kreator kecil, Attie menawarkan jalur masuk yang lebih murah dibandingkan pengembangan tradisional. Tanpa harus menyewa server atau membeli lisensi perangkat lunak, mereka dapat meluncurkan produk digital dan langsung memonetisasinya melalui tip atau langganan di Bluesky. Data internal Bluesky menunjukkan bahwa sejak peluncuran beta Attie pada awal 2025, lebih dari 12 ribu proyek telah dibuat, meski sebagian besar masih dalam tahap prototipe.

Namun, ekonom senior, Prof. Ahmad Rizal (Universitas Indonesia), mengingatkan bahwa “ekonomi berbasis token dan mata uang kripto di jaringan terdesentralisasi masih sangat volatil. Kreator harus menyiapkan strategi diversifikasi pendapatan, mengingat fluktuasi nilai token dapat memengaruhi pendapatan mereka secara signifikan.”

BACA JUGA Aturan Kuota Hangus Belum Dipatuhi Penuh, Komdigi Terus Tagih Operator

Perspektif Pengguna Awal

Salah satu pengguna pertama, Maya Lestari, mengembangkan “Kampung Cerita”, sebuah situs interaktif yang menggabungkan narasi audio dengan mini‑game edukatif untuk anak‑anak. “Saya tidak perlu menulis kode dari nol; Attie memberi saya kerangka kerja dan AI menyesuaikan visual sesuai tema,” katanya. Maya menilai proses pembuatan “sangat intuitif”, namun mengakui bahwa kontrol atas privasi data masih menjadi pertanyaan: “Saya belum yakin bagaimana data pengguna game saya disimpan di jaringan atproto.”

Langkah Selanjutnya dan Rekomendasi

Bluesky berjanji menambah modul keamanan, termasuk audit kode otomatis dan opsi enkripsi end‑to‑end untuk proyek yang sensitif. Sementara itu, organisasi konsumen digital, KonsumenNet, menyoroti pentingnya edukasi pengguna tentang risiko AI‑generated content, serta perlunya panduan jelas tentang hak cipta dan lisensi model AI yang dipakai.

Dengan Attie, Bluesky menempatkan diri di persimpangan antara inovasi AI dan desentralisasi. Keberhasilan platform ini akan sangat bergantung pada kemampuan komunitas mengelola keamanan, privasi, dan keberlanjutan ekonomi di lingkungan yang tidak dikendalikan oleh entitas terpusat. Bagi pengguna yang ingin bereksperimen, langkah pertama yang disarankan: gunakan model AI terbuka yang telah diverifikasi, lakukan audit kode sederhana, dan pastikan semua data sensitif dienkripsi sebelum dipublikasikan.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Kiandra Ramadhipa Yakin di Moto3 Junior Misano, Bidik 3 Besar Klasemen SELANJUTNYA Taspen Ikut Arahan Pemerintah soal Koperasi Jadi Penyalur Dana Pensiunan
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!