BREAKING
Debut di Hillstate, Megawati Ikut Gendong Tim dengan Borong 14 Poin
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Ekonomi & Bisnis

Danantara Minta BUMN Tak Cuma Kejar Cuan, Ini Respons Jasa Marga

Danantara Minta BUMN Tak Cuma Kejar Cuan, Ini Respons Jasa Marga
Foto & Sumber: CNBC Indonesia

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru saja mengangkat isu yang sudah lama menggelitik pemikiran manajemen BUMN.

Pada hari Rabu (14/10/2026), COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa perusahaan pelat merah tidak boleh hanya mengejar laba semata. Ia menuntut agar kualitas pelayanan menjadi indikator utama keberlangsungan usaha, sekaligus kontribusi nyata bagi bangsa.

Dony menegaskan bahwa “pelayanan” tidak sekadar kata kosong. Ia menyoroti bahwa BUMN harus menilai kinerja pimpinan tidak hanya lewat angka keuangan, melainkan juga lewat seberapa baik mereka memenuhi kebutuhan publik. “Parameter bagi saya adalah seberapa besar mereka mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, bukan hanya finansial,” ujarnya. Dengan kata lain, keberlanjutan BUMN kini diukur lewat dampak sosial, bukan hanya laba bersih.

Reaksi cepat datang dari salah satu perusahaan BUMN yang menjadi sorotan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menanggapi panggilan tersebut dengan menegaskan komitmen perusahaan terhadap transformasi layanan. Ia menjelaskan bahwa Jasa Marga kini mengadopsi konsep “infrastructure‑to‑infraculture” – sebuah pergeseran paradigma dari sekadar membangun jalan tol menjadi menciptakan pengalaman pengguna yang menyeluruh.

BACA JUGA Jelang Merger Asuransi BUMN, IFG dan Danantara Soroti Tata Kelola
  • Menurut Rivan, Jasa Marga melayani rata‑rata 3,5 juta kendaraan setiap hari. Untuk memastikan setiap perjalanan menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman, perusahaan menekankan tiga pilar utama:
  • Operasional yang andal: pemeliharaan jalan, pengawasan lalu lintas, dan respon cepat terhadap gangguan.
  • Inovasi digital: sistem pembayaran elektronik, aplikasi real‑time status jalan, serta pelaporan masalah lewat platform online.
  • Budaya pelayanan: pelatihan karyawan (yang di sebut “Roadster Jasa Marga”) agar siap memberikan layanan yang berorientasi pada pengguna jalan.

Rivan juga mengungkapkan bahwa Jasa Marga telah masuk dalam CX100 Award 2026, sebuah penghargaan yang menilai pengalaman pelanggan (CX) di sektor infrastruktur. Penilaian tersebut menyoroti seberapa baik perusahaan mampu menyampaikan nilai tambah kepada pengguna jalan, bukan sekadar menampilkan statistik pembangunan.

  • Kritik dan harapan publik terhadap BUMN biasanya berfokus pada biaya dan efisiensi. Namun, pergeseran ini menyoroti pentingnya perspektif “pelayanan” sebagai indikator kinerja. Jika BUMN berhasil mengintegrasikan pelayanan sebagai bagian inti strategi bisnis, potensi dampaknya bagi konsumen cukup besar:
  • Biaya operasional: layanan digital dapat menurunkan biaya administrasi, yang pada akhirnya dapat mengurangi tarif tol.
  • Keamanan dan kenyamanan: sistem monitoring real‑time meminimalkan risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang buruk.
  • Efisiensi waktu: informasi real‑time membantu pengemudi menghindari kemacetan, sehingga menghemat waktu perjalanan.
BACA JUGA Usai Listrik Padam di Batam, Prabowo Minta Danantara Evaluasi PLN

Bagaimana cara konsumen merasakan perubahan ini? Salah satu cara praktis adalah memanfaatkan aplikasi Jasa Marga atau layanan e‑toll. Dengan aplikasi tersebut, pengemudi dapat memantau kondisi jalan, memesan pembayaran tol secara otomatis, serta melaporkan masalah secara langsung. Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan fitur “Rencana Perjalanan” yang disediakan oleh aplikasi, yang memberi rekomendasi rute tercepat berdasarkan kondisi lalu lintas terkini.

Di tengah diskusi ini, penting bagi pembaca untuk menyadari bahwa perubahan paradigma BUMN bukan sekadar slogan. Ia memerlukan komitmen struktural, investasi pada teknologi, dan pelatihan karyawan. Jika berhasil, BUMN tidak hanya akan menghasilkan laba, tetapi juga memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat.

Sebagai konsumen, kita dapat memanfaatkan layanan digital yang ditawarkan oleh BUMN, memantau tarif dan kondisi jalan secara real‑time, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Dengan demikian, pergeseran menuju “infraculture” akan lebih cepat terwujud, dan kita semua akan merasakan manfaatnya dalam keseharian.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNBC Indonesia. Baca Berita Asli di CNBC Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Video: Pemerintah Bidik Transaksi 17,5 M Dolar AS Dalam TEI SELANJUTNYA FOTO: Jalan Rezeki Mang Den, dari Gerobak Mungil ke Panggung Digital
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!