BREAKING
Telkomsel 5G dan AI: Apa yang Bisa Dilakukan Bersama
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Ekonomi & Bisnis

Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Ini Penggantinya

Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Ini Penggantinya
Foto & Sumber: detikFinance

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) pada Rabu 14 Oktober 2026 mengumumkan pergantian pimpinan tertinggi perusahaan listrik negara.

Latar Belakang Pergantian

Perubahan pimpinan terjadi di tengah tekanan publik terhadap kinerja PLN, khususnya soal tarif listrik, pemadaman bergilir, dan percepatan transisi energi bersih. Selama masa jabatan Darmawan, tarif listrik rumah tangga naik rata‑rata 9 % pada 2025, sementara frekuensi pemadaman di wilayah Jawa‑Bali tercatat 1,4 kali per bulan, menurut data Kementerian Energi. Kritik tersebut mendorong pemegang saham mayoritas, pemerintah, untuk meninjau kembali arah kebijakan operasional dan investasi perusahaan.

Profil Dirut Baru

Suroso Isnandar membawa pengalaman teknis di bidang proyek infrastruktur energi dan pengembangan EBT. Sebagai kepala unit Manajemen Proyek dan EBT, ia memimpin pembangunan pembangkit tenaga surya 1 GW di Nusa Tenggara Barat dan integrasi pembangkit gas berbasis turbin fleksibel yang mendukung kestabilan jaringan. Latar belakangnya dipandang dapat mempercepat target PLN untuk mencapai 23 % kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional pada 2028, sesuai Rencana Umum Penyediaan Energi (RUPE).

BACA JUGA Banyak Pinjol Gagal Bayar, OJK Siapkan Aturan Baru: Cukupkah Lindungi Lender dan Debitur?

Implikasi bagi Konsumen

Pergantian kepemimpinan tidak serta‑merta mengubah tarif listrik yang berlaku saat ini. Namun, kebijakan tarif baru biasanya dibahas dalam rapat dewan tarif yang dijadwalkan pada kuartal berikutnya. Jika Suroso menekankan efisiensi operasional dan investasi pada EBT, potensi penurunan biaya produksi listrik dapat menurunkan tekanan kenaikan tarif di masa mendatang.

Di sisi lain, percepatan proyek pembangkit terbarukan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif di pasar internasional. Bagi rumah tangga, hal ini berarti stabilitas harga listrik yang lebih baik, terutama pada musim panas ketika beban listrik puncak biasanya memicu kenaikan tarif sementara.

Reaksi Pasar dan Analis

Analis pasar modal, Dwi Santoso dari PT Mandiri Sekuritas, menilai pergantian ini sebagai “sinyal positif bagi investor” karena Suroso dikenal sebagai eksekutor yang menekankan disiplin proyek dan kontrol biaya. “Jika ia dapat menyelesaikan proyek pembangkit baru tepat waktu, PLN akan menurunkan beban biaya pembiayaan dan berpotensi menurunkan beban tarif bagi konsumen,” kata Dwi dalam wawancara singkat.

Namun, serikat pekerja PLN mengingatkan bahwa perubahan manajemen tidak serta‑merta menyelesaikan masalah operasional di lapangan. “Kami tetap mengawasi kinerja jaringan, terutama pemadaman di wilayah pedesaan,” ujar Ketua Serikat Pekerja Listrik (SPS), Rudi Hartono.

Apa yang Perlu Diketahui Konsumen?

  1. Pantau Tagihan Listrik – Perubahan kebijakan tarif biasanya diumumkan lewat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJKN) dan dapat dilihat pada tagihan bulanan.
  2. Manfaatkan Program Efisiensi Energi – PLN menyediakan program “Smart Home” yang memberi insentif bagi rumah tangga yang memasang lampu LED atau peralatan berlabel energi efisien. Penghematan hingga 15 % dapat mengurangi beban tagihan.
  3. Ikuti Informasi Proyek Lokal – Proyek pembangkit baru, terutama yang berbasis surya atau mini‑hidro, sering kali melibatkan masyarakat setempat. Partisipasi warga dapat mempercepat penyediaan listrik di daerah terpencil.
BACA JUGA Dilema Hilirisasi Nikel Weda Bay dan Pabrik BYD: Klaim Lonjakan Ekspor vs Sorotan Kerusakan Ekologis

Tantangan Kedepan

Suroso menghadapi tiga tantangan utama:

  • Stabilisasi Tarif – Menjaga kenaikan tarif di bawah 5 % per tahun sambil tetap menutup defisit operasional.
  • Pengurangan Pemadaman – Memperbaiki jaringan distribusi yang usang, terutama di wilayah Jawa‑Bali yang paling padat penduduk.
  • Transisi Energi – Menyelesaikan target 23 % energi terbarukan tanpa mengorbankan keandalan pasokan.

Keberhasilan dalam ketiga area tersebut akan menentukan sejauh mana perubahan kepemimpinan dapat dirasakan langsung oleh konsumen.

Takeaway: Konsumen dapat mengurangi dampak potensial kenaikan tarif dengan mengadopsi langkah‑langkah efisiensi energi di rumah serta memantau kebijakan tarif yang akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan. Perubahan pimpinan di PLN membuka peluang bagi percepatan proyek energi bersih, tetapi realisasinya tetap bergantung pada eksekusi yang disiplin dan transparan.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikFinance. Baca Berita Asli di detikFinance →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
PROMO SPESIAL HARI INI Shopee Pilihan Redaksi

Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee

Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.

Cek Promo Kilat →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Pertamina Grand Prix 2026 Dorong UMKM dan Pariwisata Mandalika SELANJUTNYA Apple Rilis Lini Produk Smart Home, Harga Mulai Rp 700 Ribuan
PROMO SPESIAL HARI INI Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Cek Promo Kilat →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!