BREAKING
Hasil Wuhan Open: Terhenti di 16 Besar, Janice Tjen Gagal Ukir Sejarah
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Tekno & AI

Google Luncurkan “Universal Cart”, Alat Belanja AI Terpadu untuk Pengguna AS

Google Luncurkan “Universal Cart”, Alat Belanja AI Terpadu untuk Pengguna AS
Foto & Sumber: TechCrunch

Google mengumumkan pada Kamis (15 Oktober 2026) peluncuran “Universal Cart”, sebuah fitur belanja berbasis AI yang kini tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat.

Universal Cart dirancang untuk menyederhanakan proses belanja daring. Pengguna dapat menandai produk yang mereka temukan di hasil pencarian atau di dalam aplikasi Gemini, lalu menyimpannya dalam satu “keranjang” digital. Ketika kembali ke aplikasi, semua item yang disimpan beserta statusnya—apakah masih tersedia, harga terkini, atau sudah masuk ke tahap checkout—tetap terjaga. Fitur ini mengklaim dapat mengurangi kebutuhan konsumen untuk menelusuri kembali situs penjual yang sama atau memulai proses belanja dari awal.

Salah satu nilai jual utama Universal Cart adalah kemampuan mengirim notifikasi otomatis ketika harga suatu produk turun atau ketika barang yang sebelumnya habis stok kembali tersedia. Google menambahkan bahwa sistem dapat memperhitungkan manfaat kartu kredit pengguna, seperti cashback atau poin reward, serta menampilkan kode promo yang relevan. Semua ini dijalankan melalui Universal Commerce Protocol (UCP), standar terbuka yang diperkenalkan Google awal tahun ini. UCP bertujuan memfasilitasi kolaborasi antara agen AI—seperti Gemini—dan retailer dalam berbagai tahapan perjalanan belanja, termasuk proses checkout.

Langkah ini merupakan lanjutan dari rangkaian layanan belanja AI Google, yang meliputi “AI Mode” pada pencarian—fitur percakapan yang membantu menemukan produk—dan “Let Google Call”, sebuah agen AI yang menghubungi toko terdekat untuk memeriksa ketersediaan barang. Menurut pernyataan resmi Google, integrasi Universal Cart diharapkan meningkatkan “kelancaran dan personalisasi” pengalaman berbelanja online, sekaligus mempercepat konversi penjualan bagi retailer.

BACA JUGA Cara Bikin Aplikasi Sendiri di HP Android, Gratis Tanpa Harus Coding

Namun, peluncuran ini menimbulkan pertanyaan tentang privasi data dan persaingan pasar. Universal Cart mengumpulkan riwayat pencarian, preferensi produk, serta informasi pembayaran untuk menyesuaikan rekomendasi. Electronic Frontier Foundation (EFF), organisasi internasional yang mengawasi kebebasan digital, mengingatkan bahwa konsumen harus meninjau kebijakan data Google secara teliti, terutama terkait penyimpanan riwayat belanja yang dapat dipadukan dengan profil iklan. “Penggunaan data pribadi untuk meningkatkan layanan memang wajar, tetapi transparansi dan kontrol pengguna harus menjadi prioritas,” ujar EFF dalam sebuah catatan kebijakan pada bulan September 2026.

Dari sisi persaingan, Universal Cart menambah tekanan pada pemain e‑commerce lain. Amazon, misalnya, telah meluncurkan “Amazon AI Shop” yang memungkinkan asisten Alexa menyusun keranjang belanja secara otomatis. OpenAI juga menguji “ChatShop”, sebuah agen percakapan yang mengeksekusi pembelian melalui API e‑commerce. Analis pasar e‑commerce, Rini Hartono dari lembaga riset IDC Indonesia, mencatat bahwa “integrasi AI dalam proses checkout menjadi arena baru kompetisi, di mana kecepatan, akurasi rekomendasi, dan perlindungan data menjadi faktor penentu pangsa pasar.”

Bagi konsumen Indonesia yang mengikuti tren global, keberadaan Universal Cart menggarisbawahi pentingnya menilai manfaat dan risiko secara kritis. Konsumen disarankan untuk:

BACA JUGA YouTube Music Luncurkan Label Transparansi untuk Lagu Berbasis AI di Tengah Gelombang Konten Generatif
  • Memeriksa pengaturan privasi di akun Google, memastikan bahwa data belanja tidak otomatis dibagikan ke pihak ketiga tanpa persetujuan.
  • Membandingkan harga dan promo yang ditawarkan Universal Cart dengan platform lokal seperti Tokopedia atau Bukalapak, yang mungkin memiliki program loyalitas yang lebih sesuai dengan pasar domestik.
  • Menggunakan kartu kredit atau metode pembayaran yang menawarkan perlindungan konsumen, mengingat Universal Cart dapat menyesuaikan rekomendasi berdasarkan manfaat kartu.

Secara keseluruhan, Universal Cart menandai langkah signifikan Google dalam menggabungkan AI dengan ekosistem e‑commerce. Jika berhasil mengoptimalkan pengalaman belanja tanpa mengorbankan privasi, fitur ini dapat menjadi model bagi platform lain. Namun, konsumen harus tetap waspada dan memanfaatkan kontrol data yang tersedia, sambil menilai apakah kepraktisan yang ditawarkan sebanding dengan potensi eksposur data pribadi.

Dengan persaingan yang semakin ketat, evolusi alat belanja AI seperti Universal Cart akan terus memicu inovasi, sekaligus menuntut regulasi yang menyeimbangkan kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan penyedia teknologi.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Kunjungan Wisman ke Indonesia Januari-Agustus 2026 Tembus 10,58 Juta SELANJUTNYA Kemenimipas Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!