BREAKING
Jelang IWL, Garudayaksa FC Women Tunjuk Serena Francis Jadi Manajer
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Gaya Hidup & Karir

Jembatan Kuno Era Kolonial Muncul di Waduk Gajah Mungkur yang Mengering

Jembatan Kuno Era Kolonial Muncul di Waduk Gajah Mungkur yang Mengering
Foto & Sumber: detikTravel

Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri Menampilkan Jembatan Kolonial Belanda Setelah Airnya Menurun Kota Wonogiri (15 Oktober 2026) – Menjelang akhir musim kemarau, Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Kabupaten Wonogiri kembali...

Kota Wonogiri (15 Oktober 2026) – Menjelang akhir musim kemarau, Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Kabupaten Wonogiri kembali mengering, membuat objek-objek yang terendam selama puluhan tahun terpapar kembali. Salah satu yang paling mencolok adalah Jembatan Lengkong, jembatan tua yang dibangun pada era kolonial Belanda.

Jembatan Lengkong, yang dulunya menyalurkan aliran sungai untuk irigasi, terendam ketika WGM dipenuhi air pada tahun 1970‑s. Sejak saat itu, struktur besi dan batu bata tersembunyi di dasar waduk, diselimuti lumpur dan vegetasi. Namun, kondisi air yang menurun drastis pada musim panas ini membuka kembali potongan arsitektur kolonial tersebut. Menurut petugas pengelola Waduk, jembatan tersebut kini terlihat sebagian, meski masih tertutup lapisan lumpur di beberapa bagian.

Waduk Gajah Mungkur sendiri dibangun sebagai bagian dari program irigasi nasional pada akhir 1970‑an. Tujuannya adalah menyalurkan air ke sawah di wilayah Wonogiri dan sekitarnya, serta menyediakan cadangan air bagi kegiatan pertanian. Sejak itu, WGM telah menjadi salah satu titik penting bagi mata air di Jawa Tengah. Namun, dengan pola curah hujan yang semakin tidak menentu, kemarau panjang ini menandai fase “dry season” yang lebih lama dari biasanya.

BACA JUGA Kapan Anak Harus Mulai Les Renang? Panduan Praktis untuk Orang Tua di Era Teknologi

Jembatan Lengkong memiliki nilai historis yang cukup tinggi. Dibangun pada masa penjajahan Belanda, ia merupakan salah satu contoh infrastruktur yang dipakai untuk mempermudah transportasi dan distribusi hasil pertanian ke pelabuhan. Pada masa itu, Belanda menggunakan teknik konstruksi beton dan besi yang cukup maju bagi zamannya. Meskipun tidak sebesar jembatan gantung besar, Jembatan Lengkong tetap menonjol karena desainnya yang kokoh dan estetika yang khas.

Pengakuan atas nilai warisan ini belum pernah menjadi fokus utama pemerintah daerah. Namun, penemuan kembali jembatan tersebut menimbulkan perdebatan tentang perlunya pelestarian situs bersejarah di wilayah Wonogiri. Seorang sejarawan lokal, Dr. R. Suryadi, menyatakan bahwa “jembatan ini bukan sekadar struktur fisik; ia juga mencerminkan hubungan kompleks antara kolonialisme dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.” Ia menekankan pentingnya dokumentasi dan penilaian kondisi struktur sebelum diputuskan apakah akan dipertahankan, dipelihara, atau dipindahkan.

Di sisi lain, para petani di sekitar WGM menilai bahwa penurunan air mengganggu irigasi. “Kita harus menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air,” kata seorang petani, Budi Santoso. Ia menegaskan bahwa meski jembatan tampak menarik, prioritas utama tetap pada kebutuhan irigasi dan kesejahteraan petani.

BACA JUGA Video: Cuan Bisnis Peralatan Estetika Berteknologi Era Konsumen Baru

Sementara itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa mereka sedang meninjau kemungkinan pengelolaan WGM yang lebih efisien, termasuk potensi penggunaan sistem irigasi modern dan pemantauan curah hujan secara real‑time. “Kita harus memanfaatkan teknologi untuk mengurangi dampak kekeringan,” ujar Kepala Badan Irigasi Daerah Wonogiri, Siti Aminah.

Munculnya Jembatan Lengkong di Waduk Gajah Mungkur menjadi titik refleksi bagi Wonogiri: bagaimana menyeimbangkan antara pelestarian warisan sejarah dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Di tengah tantangan iklim, keberadaan jembatan ini menambah dimensi baru pada kebijakan irigasi dan konservasi budaya di daerah tersebut. Untuk saat ini, jembatan tersebut tetap menjadi objek penelitian bagi arkeolog dan insinyur, sementara masyarakat lokal menantikan keputusan pemerintah tentang nasib jembatan kolonial yang kini muncul kembali di tengah lapisan lumpur.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikTravel. Baca Berita Asli di detikTravel →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Pasokan BBM Bali Normalisasi Total? Cek Fakta Operasional Pertamina Lintas Pulau Dewata SELANJUTNYA Geger Dosen Diduga Cabuli Belasan Mahasiswa di Universitas Pasundan
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!