BREAKING
Cara Lihat Password Gmail Sendiri di HP dan Laptop
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Hiburan & Pop Culture

Mety Daud Ultah ke-65, Kirim Pesan Soal Musik Indonesia Agar Mendunia

Mety Daud Ultah ke-65, Kirim Pesan Soal Musik Indonesia Agar Mendunia
Foto & Sumber: detikPop

Vokalis legendaris D’ Uncle, Meutia Daud Tenenbaum—yang lebih dikenal dengan Mety Daud—menandai usia 65 tahun dengan sebuah perayaan yang mengusung tema Hollywood Oscar Glamour.

Acara yang diselenggarakan di sebuah restoran bergengsi di kawasan Gandaria, Jakarta, menampilkan karpet merah, pencahayaan megah, serta susunan musik yang mengingatkan pada malam penghargaan internasional. Lebih dari sekadar pesta pribadi, perayaan ini menjadi panggung bagi Mety untuk menegaskan visi panjangnya: menjadikan musik Indonesia lebih dikenal di kancah dunia.

Pesta dimulai tepat pukul tujuh malam, ketika tamu undangan melangkah di atas karpet merah yang disulap menjadi “red carpet” bergaya Hollywood. Di antara deretan selebriti yang hadir, terdapat Lita Zen, Thomas Djorghi, Mongol, Ermy Kullit, Machica Mochtar, dan Tessa Kaunang—semua nama yang memiliki kontribusi signifikan dalam industri musik tanah air. Kehadiran mereka tidak hanya menambah aura glamor, melainkan menegaskan jaringan luas Mety dalam komunitas musik Indonesia.

Selama jam pertama, Mety menyampaikan pidato singkat yang langsung menyoroti tantangan yang dihadapi musisi Indonesia dalam menembus pasar internasional. “Kita memiliki kekayaan melodi, lirik, dan budaya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan,” ujarnya. “Jika kita ingin musik Indonesia mendunia, perlu kolaborasi lintas genre, dukungan infrastruktur digital, dan akses ke festival global.” Pernyataan tersebut mengacu pada realitas bahwa sebagian besar karya musik Indonesia masih terkurung pada platform domestik, meski ada potensi besar untuk menembus pasar streaming global seperti Spotify dan Apple Music.

BACA JUGA Gaya Elegan Serba Hitam Sofia Vergara ke Kensington Palace

Mety menekankan pentingnya peran label rekaman independen serta pemerintah dalam memfasilitasi program pertukaran budaya. “Kebijakan bea masuk pada peralatan rekaman harus dipertimbangkan ulang, begitu pula insentif bagi artis yang berpartisipasi dalam turnamen musik luar negeri,” tambahnya. Ia menyarankan pembentukan “hub kreatif” yang menghubungkan produser, penulis lagu, dan manajer artis Indonesia dengan jaringan internasional, sebuah gagasan yang selaras dengan inisiatif ASEAN Creative Economy yang tengah digulirkan.

Tidak hanya pidato, pesta tersebut juga menyajikan penampilan musik akustik eksklusif. Mety bersama anggota D’ Uncle membawakan aransemen ulang beberapa hits klasik mereka, termasuk “Malam Sunyi” dan “Cinta Tak Terbatas.” Versi akustik tersebut dipadukan dengan sentuhan jazz dan R&B, menegaskan fleksibilitas genre yang dapat menjadi nilai jual bagi musik Indonesia di panggung global. Penampilan tersebut mendapat sorakan hangat dari tamu, menunjukkan bahwa pesan Mety tidak hanya bersifat retoris, melainkan didukung oleh demonstrasi musikal yang konkret.

Kehadiran media internasional, meski terbatas, menandakan meningkatnya minat luar negeri terhadap skena musik Indonesia. Beberapa wartawan dari portal musik Asia melaporkan bahwa mereka tertarik mengulas potensi kolaborasi antara artis Indonesia dan musisi K-Pop serta J-Pop, dua pasar yang kini menjadi barometer keberhasilan globalisasi musik Asia. Mety menanggapi hal ini dengan menegaskan pentingnya “authenticity”—keaslian budaya—sebagai daya tarik utama, bukan sekadar meniru tren luar.

BACA JUGA Mayangsari Bodo Amat Hadapi Julid Netizen: Haters Itu Sebagian dari Iman

Acara berakhir sekitar pukul dua dini hari, setelah tamu menikmati hidangan khas Italia yang dipadukan dengan sentuhan kuliner Nusantara. Meskipun suasana pesta terasa mewah, inti pesan Mety tetap terjaga: musik Indonesia harus menembus batas geografis, memanfaatkan teknologi streaming, serta mengoptimalkan jaringan kolaboratif lintas negara.

Dengan dukungan artis senior, label independen, dan kebijakan yang lebih pro‑kreatif, harapan Mety Daud untuk melihat “lagu-lagu Indonesia mengalun di panggung dunia” bukan lagi sekadar harapan, melainkan agenda yang dapat diimplementasikan. Pesta ulang tahun ke‑65 ini, selain menjadi momen pribadi, berfungsi sebagai titik tolak strategis bagi industri musik tanah air untuk mengukir jejak global yang lebih kuat.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikPop. Baca Berita Asli di detikPop →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Thom Haye 'Login' Jadi Rider XMAX SELANJUTNYA Deretan Selebritas Ini Geregetan Karhutla Belum Juga Padam
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!