BREAKING
Cara Lihat Password Gmail Sendiri di HP dan Laptop
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Ekonomi & Bisnis

OJK Ingatkan Investor Bahaya Penipuan Saham Pakai Deepfake dan AI

OJK Ingatkan Investor Bahaya Penipuan Saham Pakai Deepfake dan AI
Foto & Sumber: CNBC Indonesia

JAKARATA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperingatkan investor bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap penipuan pasar modal menjadi lebih canggih dan sulit terdeteksi.

Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto Suwarno, dalam acara Ring The Bell For Financial Literacy 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (14/10/2026). Edi menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital memang memudahkan akses informasi, namun juga menjadi celah bagi pelaku kriminal untuk memanipulasi persepsi publik.

Mekanisme penipuannya kini sangat halus. Pelaku menggunakan algoritma AI untuk menghasilkan konten audiovisual yang tampak autentik. Dalam rekaman tersebut, "tokoh" yang difake akan merekomendasikan instrumen investasi tertentu dengan janji imbal hasil tinggi yang menggiurkan. Bagi investor pemula yang belum terbiasa memverifikasi sumber digital, konten ini sulit dibedakan dari siaran resmi atau wawancara media arus utama.

Uji Kritis: Legalitas dan Logika

Edi Broto Suwarno menekankan prinsip dasar verifikasi yang harus diterapkan investor: legal and logic. Artinya, setiap tawaran investasi harus diuji dari dua sisi. Pertama, apakah entitas yang menawarkan tersebut terdaftar dan memiliki izin resmi dari OJK? Kedua, apakah janji keuntungannya masuk akal secara fundamental?

BACA JUGA Darurat Psikologi Investor: OJK Minta Publik Jaga Emosi di Tengah Anjloknya IHSG 31 Persen

Investor diimbau untuk tidak serta merta percaya pada identitas lembaga keuangan yang ditampilkan dalam video. Penipuan kini juga melibatkan pencurian identitas institusi resmi untuk meningkatkan kredibilitas palsu. Oleh karena itu, verifikasi mandiri melalui situs resmi regulator menjadi langkah krusial sebelum mencairkan dana.

Selain itu, perlindungan data pribadi menjadi garis pertahanan terakhir. OJK mengingatkan keras masyarakat untuk tidak pernah membagikan kata sandi, PIN, atau kode One-Time Password (OTP) kepada siapa pun, termasuk jika instruksi tersebut datang dari video yang tampak sangat meyakinkan. Penyerahan OTP sama dengan menyerahkan kunci utama rekening bank Anda kepada maling.

Dampak pada Portofolio dan Psikologi Investor

Di luar aspek teknis keamanan siber, OJK juga menyoroti kerapuhan psikologis investor di era media sosial. Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) atau ketakutan tertinggal tren keuntungan, sering kali membuat investor mengambil keputusan impulsif. Investasi saham yang dilakukan berdasarkan popularitas di media sosial atau rekomendasi "anonim" berisiko tinggi karena mengabaikan analisis fundamental perusahaan.

Menurut Edi, investor cerdas tidak dituntut menjadi ahli akuntansi, tetapi wajib memahami risiko produk yang dibeli. Dalam konteks saham, ini berarti meneliti kondisi keuangan emiten, prospek bisnis, dan valuasi wajar, bukan hanya mengikuti harga yang sedang naik.

Investasi bukanlah perlombaan menjadi kaya mendadak, melainkan proses akumulasi kekayaan yang terencana. Harga saham yang fluktuatif adalah hal normal; yang membedakan investor tangguh adalah kemampuannya untuk tetap rasional saat pasar panik atau euforia.

BACA JUGA Investor Pasar Modal Tembus 32 Juta, Anak Muda Mendominasi

Langkah Proteksi Praktis bagi Pembaca

Untuk mengantisipasi risiko kerugian akibat penipuan AI dan kesalahan analisis, investor perlu mengadopsi tiga protokol keamanan sederhana:

  • Verifikasi Sumber: Cek kembali legalitas pialang atau manajer investasi di situs resmi OJK (ojk.go.id) sebelum mentransfer dana. Jangan percaya pada tautan yang dikirim via WhatsApp atau DM media sosial.
  • Analisis Fundamental: Pelajari laporan keuangan perusahaan yang sahamnya Anda incar. Jika Anda tidak memahami model bisnisnya, jangan investasikan uang di sana.
  • Manajemen Risiko: Siapkan dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran sebelum menyisihkan uang untuk investasi berisiko tinggi. Diversifikasi portofolio untuk mengurangi dampak kerugian jika satu instrumen gagal.

OJK menegaskan bahwa ketahanan investasi dibangun melalui disiplin, bukan keberanian buta. Dengan menguji setiap tawaran melalui kacamata logika dan legalitas, investor dapat melindungi aset mereka dari jebakan teknologi yang semakin presisi.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNBC Indonesia. Baca Berita Asli di CNBC Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Wisman Lebih Banyak Datangi Vietnam Ketimbang RI, Ini Alasannya SELANJUTNYA Darurat Psikologi Investor: OJK Minta Publik Jaga Emosi di Tengah Anjloknya IHSG 31 Persen
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!