BREAKING
Roy Keane Sindir Kapten-kapten MU: Sibuk Podcast!
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Hukum & Kriminal

Panos Panay: Gagal adalah Langkah Wajib bagi Pendiri Startup untuk Sukses

Panos Panay: Gagal adalah Langkah Wajib bagi Pendiri Startup untuk Sukses
Foto & Sumber: TechCrunch

Amazon SVP Devices, Alexa, dan Leo, Panos Panay, menegaskan di panggung TechCrunch Disrupt, San Francisco, 15 Oktober 2026, bahwa kegagalan bukan sekadar kemungkinan melainkan prasyarat bagi inovasi yang berkelanjutan.

“Anda harus bersedia gagal, bahkan harus sengaja gagal,” katanya, menyoroti pengalaman pribadi selama hampir dua dekade di Microsoft, termasuk kegagalan peluncuran tablet Surface RT yang menelan hampir satu miliar dolar dalam write‑down aset.

Panay mengingat kembali saat ia muncul di sampul surat harian dengan judul “Failure”. Bagi ia, kegagalan menjadi titik awal analisis mendalam: “Apakah kegagalan itu disebabkan oleh perangkat lunak yang belum selesai, perkiraan inventaris yang meleset, atau strategi distribusi yang keliru? Semua langkah itu harus dipelajari.” Ia menekankan bahwa proses belajar harus diikuti dengan penyesuaian cepat, bukan sekadar permohonan maaf.

Pendekatan Panay beresonansi dengan ekosistem startup Indonesia yang tengah berjuang di tengah tekanan inflasi, biaya bahan baku naik, dan regulasi konsumen yang semakin ketat. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per kuartal III 2026, lebih dari 30 % startup teknologi melaporkan penurunan pendapatan akibat ketidakmampuan mengantisipasi risiko produk. Kegagalan produk dapat memicu klaim pelanggaran Undang‑Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), terutama bila barang yang dijual tidak memenuhi standar keamanan atau kualitas yang dijanjikan.

BACA JUGA Polisi Usut Dugaan Perlawanan Bandar Narkoba di Balik Kebakaran Kampung Ambon

Dalam konteks hukum, kegagalan produk berpotensi menimbulkan tanggung jawab sipil dan pidana. Misalnya, bila sebuah perangkat mengandung celah keamanan yang mengakibatkan pencurian data pribadi, perusahaan dapat dijerat Pasal 45 ayat 1 UU ITE dan Pasal 1365 Kitab Undang‑Undang Hukum Perdata (KUHP). “Tidak cukup hanya mengakui kegagalan,” kata Panay, “Anda harus menelusuri akar penyebab, memperbaiki proses, dan melindungi konsumen.”

Para pakar hukum korporasi di Indonesia menambahkan bahwa transparansi pasca‑kegagalan menjadi faktor mitigasi risiko litigasi. “Jika perusahaan secara proaktif mengumumkan penyebab kerugian dan langkah perbaikan, potensi gugatan dapat ditekan secara signifikan,” ujar Dr. Rina Suryani, dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia mencontohkan kasus perangkat wearable yang gagal berfungsi pada suhu tinggi, yang berujung pada ganti rugi kolektif senilai Rp 150 miliar karena perusahaan tidak memberikan penjelasan teknis yang memadai.

Panay menutup presentasinya dengan pesan kepada pendiri: “Jangan tinggalkan visi. Gagal memang menyakitkan, tetapi visi yang kuat akan menuntun Anda kembali ke jalur yang benar.” Ia menambahkan, “Surface kini menjadi lini produk yang menguntungkan; kegagalan dulu menjadi batu loncatan.”

BACA JUGA NTangible Kembangkan Tes Psikologi untuk Mengukur Kinerja Atlet di Situasi Tekanan

Bagi pelaku startup Indonesia, pelajaran ini berarti menyiapkan mekanisme audit internal yang mengidentifikasi potensi kegagalan sejak fase desain. Implementasi kerangka kerja manajemen risiko—seperti ISO 31000—dapat membantu mengukur eksposur finansial dan hukum sebelum produk diluncurkan. Selain itu, membangun tim compliance yang berkoordinasi dengan departemen riset dan pengembangan menjadi keharusan untuk menghindari penulisan ulang nilai aset (write‑down) yang dapat mengguncang neraca perusahaan.

Sebagai penutup, Panay mengajak komunitas teknologi global untuk memandang kegagalan sebagai sumber data berharga, bukan stigma. “Jika Anda belajar dengan cepat, Anda akan bergerak lebih cepat,” pungkasnya. Pesan ini, bila diadopsi oleh ekosistem startup Indonesia, dapat memperkuat daya saing sekaligus menurunkan risiko hukum yang sering muncul ketika produk tidak memenuhi ekspektasi pasar.

(Word count: 527)

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Cari di Shopee

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA MU Kayak Sirkus! SELANJUTNYA Mentrans: 3.500 SDM Unggul Trans Patriot Sudah Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!