NTangible Kembangkan Tes Psikologi untuk Mengukur Kinerja Atlet di Situasi Tekanan
JAKARTA / INDONESIA — NTangible, startup yang bermarkas di Silicon Valley, mengumumkan peluncuran alat penilaian psikologis yang dirancang untuk memprediksi bagaimana atlet akan tampil ketika berada di bawah tekanan.
Konsep tes ini berakar pada Thematic Apperception Test (TAT), sebuah metode psikologi klasik yang meminta responden menggambarkan cerita di balik gambar-gambar ambigu. Connerty bekerja sama dengan Dr. Ed Levine, profesor emeritus psikologi di University of South Florida, untuk mengadaptasi teknik ini menjadi alat ukur yang dapat dioperasikan secara digital. Responden diberikan serangkaian gambar, dan apa yang mereka ceritakan—kata kunci, nuansa emosional, serta pola bahasa—diolah melalui panduan skor neurolinguistik yang dikembangkan oleh para psikolog. Hasil akhirnya berupa skor antara 0 dan 1000.
Menurut Connerty, skor di atas 750 menandakan tingkat dua kali lebih tinggi kemungkinan atlet tersebut akan terdaftar di perguruan tinggi tingkat Division I. “Kami tidak mengukur kecepatan lari atau kekuatan fisik,” jelas Connerty. “Kami mengukur apa yang terjadi di otak saat tekanan meningkat.”
Penggunaan alat ini diharapkan dapat membantu program rekrutmen perguruan tinggi menilai potensi mental pemain, selain data statistik fisik yang sudah umum. “Saat ini, rekrutmen masih sangat mengandalkan angka-angka seperti 40-yard dash atau rekor putar bola,” tambah Dr. Levine. “Namun, di lapangan, situasi tekanan dapat membuat perbedaan besar antara kemenangan dan kekalahan.”
Salah satu keunggulan NTangible adalah kemampuannya untuk diintegrasikan ke dalam platform digital yang sudah ada di banyak program olahraga. Alat ini dapat dijalankan melalui aplikasi mobile, sehingga atlet dapat melakukannya kapan saja dan di mana saja. Data hasil tes disimpan secara terenkripsi dan hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang, menanggapi kekhawatiran privasi data yang sering muncul dalam penggunaan teknologi digital di bidang pendidikan.
Meski inovasi ini menarik bagi para pelatih dan manajer olahraga, beberapa pihak menyoroti potensi risiko. Pertama, penggunaan skor psikologi dalam proses rekrutmen dapat menimbulkan diskriminasi jika tidak diinterpretasikan secara hati-hati. Kedua, adanya kemungkinan penyalahgunaan data pribadi atlet, terutama jika data tersebut jatuh ke tangan pihak ketiga. NTangible menegaskan bahwa mereka mematuhi peraturan perlindungan data pribadi di Amerika Serikat dan berencana untuk menyesuaikan kebijakan privasi mereka dengan regulasi global seperti GDPR.
Di sisi lain, para akademisi di bidang psikologi dan olahraga menilai bahwa alat ini membuka peluang penelitian baru mengenai hubungan antara faktor mental dan performa. “Jika data ini dapat diverifikasi secara ilmiah, kita dapat mengembangkan model prediksi yang lebih akurat untuk kinerja atlet di tingkat profesional,” ujar Dr. Levine.
Saat ini, NTangible sedang melakukan uji coba berskala kecil di beberapa perguruan tinggi di Midwest. Hasil awal menunjukkan bahwa skor clutch dapat berhubungan dengan tingkat stres yang dialami atlet selama pertandingan penting, meskipun masih diperlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan tersebut.
Dengan menyajikan data psikologis yang dapat diukur secara kuantitatif, NTangible berusaha mengisi celah yang selama ini dianggap sulit diukur: bagaimana tekanan memengaruhi kinerja manusia. Jika teknologi ini terbukti akurat, ia dapat merubah cara kita menilai dan mempersiapkan atlet, sekaligus menimbulkan diskusi baru mengenai etika dan regulasi di dunia rekrutmen olahraga.
Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.