BREAKING
Jadwal Siaran Langsung Liga Voli Korea: Megawati Main
KABARVIRAL 62
INDONESIA VERIFIED NEWSROOM
Hukum & Kriminal

Korban Arisan Fiktif 'Meow' Lapor Polda Jatim, Klaim Rugi Rp4 Miliar

Korban Arisan Fiktif 'Meow' Lapor Polda Jatim, Klaim Rugi Rp4 Miliar
Foto & Sumber: CNN Indonesia
RINGKASAN EKSEKUTIF
  • Angka kerugian yang menggenang ini bukan sekadar angka di atas kertas; ia menandakan satu jaringan penipuan yang menjerat ribuan orang di seluruh kota.
  • Sihombing, Direktur Reskrim Polda Jatim, laporan resmi (LP/B/1080/VIII/2026/SPKT/Polda Jawa Timur) mencatat total kerugian sebesar Rp 4,075 miliar.
  • “Ada enam orang yang melapor, masing‑masing mengaku kehilangan puluhan hingga ratusan juta rupiah,” ujar Roy dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (13/10).

Kasus arisan palsu yang menyamar dengan nama “Meow” kembali menjadi sorotan publik. Enam warga Surabaya melaporkan ke Polda Jawa Timur bahwa mereka telah kehilangan total lebih dari empat miliar rupiah setelah tergoda janji-janji “arisan menurun”, “take over”, “over slot”, “flat”, dan “dana pinjaman”.

Kronologi & Rangkuman Fakta Lapangan

Enam warga Surabaya melaporkan ke Polda Jawa Timur bahwa mereka telah kehilangan total lebih dari empat miliar rupiah setelah tergoda janji-janji “arisan menurun”, “take over”, “over slot”, “flat”, dan “dana pinjaman”. Angka kerugian yang menggenang ini bukan sekadar angka di atas kertas; ia menandakan satu jaringan penipuan yang menjerat ribuan orang di seluruh kota.

BACA JUGA Berantas Mafia Tambang, Penegakan Hukum Diminta Transparan

Menurut Kombes Pol Roy H. M. Sihombing, Direktur Reskrim Polda Jatim, laporan resmi (LP/B/1080/VIII/2026/SPKT/Polda Jawa Timur) mencatat total kerugian sebesar Rp 4,075 miliar. “Ada enam orang yang melapor, masing‑masing mengaku kehilangan puluhan hingga ratusan juta rupiah,” ujar Roy dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (13/10). Ia menambahkan bahwa semua transaksi arisan Meow dilakukan lewat transfer bank, sehingga jejak uangnya dapat dilacak melalui rekening koran. Hingga kini, penyidik telah menginterogasi delapan saksi—enam pelapor, satu korban, dan satu orang yang diduga menjadi pengelola, Mourin Chienci Lintong—serta menyita dokumen rekening sebagai barang bukti.

BACA JUGA Survei Rilis Peringkat Kinerja Menteri Jelang 2 Tahun Pemerintahan

Mourin Chienci Lintong, wanita kelahiran Surabaya, dituduh menjadi otak di balik arisan Meow. Ia mengatur skema yang terdengar “legal” dengan menyebutkan berbagai tipe arisan, padahal pada kenyataannya dana yang masuk tidak pernah kembali kepada peserta. “Setiap jenis arisan dijanjikan akan memberi keuntungan cepat, tapi pada akhirnya uang menghilang ke rekening pribadi pengelola,” kata seorang saksi yang menolak disebutkan nama demi keamanan.

Bagi kebanyakan orang, istilah seperti “arisan menurun” atau “over slot” terdengar asing. Sederhananya, arisan menurun berarti peserta yang masuk belakangan harus membayar lebih tinggi untuk menutup kekurangan dana peserta sebelumnya—mirip skema Ponzi. Take over dan over slot adalah cara mengalihkan hak arisan kepada orang lain dengan biaya tambahan, sementara flat menjanjikan pembayaran tetap tiap periode. Semua istilah ini hanyalah lapisan jargon yang menyamarkan fakta bahwa uang hanya beredar di antara sedikit orang, bukan kembali ke anggota arisan.

Kerugian miliaran rupiah ini berdampak nyata pada kehidupan korban: sebagian harus menjual aset, menunda pembayaran cicilan rumah, bahkan mengurangi biaya pendidikan anak. Di sisi lain, kasus ini mengingatkan masyarakat Surabaya bahwa tidak semua program “arisan” yang dipromosikan lewat media sosial atau grup chat aman. Penegakan hukum masih menunggu proses penyidikan lanjutan, termasuk apakah Mourin Lintong akan ditetapkan sebagai tersangka dan bagaimana asetnya akan disita untuk mengembalikan dana korban.

Publik kini menantikan transparansi hasil penyelidikan, sekaligus langkah pencegahan dari pihak berwenang. Jika arisan palsu semacam ini terus beredar, ribuan warga lainnya bisa terjerat dalam lubang keuangan yang sama. Sementara itu, korban “Meow” berharap agar uang mereka dapat dipulihkan, dan pelaku mendapat hukuman setimpal—sebuah peringatan tegas bahwa tipu daya berbalut nama manis tidak akan lepas dari jerat hukum.

Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNN Indonesia. Baca Berita Asli di CNN Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
PROMO SPESIAL HARI INI Shopee Pilihan Redaksi

Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee

Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.

Cek Promo Kilat →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Link Live Streaming Atletico vs MU dan Arsenal vs Lille SELANJUTNYA Catatan Kritis di Balik Survei Kinerja Pemerintah: Apresiasi Kebijakan Bansos vs Rapor Merah Pemberantasan Korupsi
Tautan berhasil disalin ke clipboard!