BREAKING
Cara Lihat Password Gmail Sendiri di HP dan Laptop
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Otomotif & Mobilitas

Smart #2 Meluncur: Mobil Listrik Buat 2 Penumpang, Harga Rp 400 Jutaan

Smart #2 Meluncur: Mobil Listrik Buat 2 Penumpang, Harga Rp 400 Jutaan
Foto & Sumber: detikOto

Smart 2 resmi menapaki panggung global pada Paris Motor Show 12 Oktober 2026. Kendaraan listrik kompak ini menegaskan kembali strategi Smart untuk menguasai segmen mobilitas perkotaan yang padat.

Smart #2 resmi menapaki panggung global pada Paris Motor Show 12 Oktober 2026. Kendaraan listrik kompak ini menegaskan kembali strategi Smart untuk menguasai segmen mobilitas perkotaan yang padat. Dengan harga mulai 19.990 euro—sekitar Rp 400,2 juta—Smart #2 menantang pasar Indonesia yang tengah mencari alternatif ramah lingkungan namun terjangkau.

Dimensi yang memudahkan parkir di kota

Smart #2 mengusung dimensi yang sungguh menggemparkan: panjang 2,75 meter, lebar 1,67 meter, dan tinggi 1,56 meter. Jarak sumbu roda 1.875 mm menjadikan ruang kabin terpakai secara optimal untuk dua penumpang dewasa. Ukuran ini secara praktis memotong kebutuhan ruang parkir tradisional—sebuah keuntungan nyata di kota‑kota besar Indonesia di mana lahan parkir sering menjadi bottleneck.

BACA JUGA 4 Mobil Terbakar di Parkiran TIS Square Tebet

Baterai, jangkauan, dan performa

  • Baterai: paket lithium‑ion berkapasitas 24 kWh, diposisikan di lantai kendaraan untuk menurunkan pusat gravitasi.
  • Jarak tempuh: standar WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure) tercatat 210 km per pengisian penuh, cukup untuk perjalanan harian dalam radius 15‑20 km.
  • Pengisian: dukungan fast‑charging 50 kW memungkinkan pengisian 80 % dalam sekitar 45 menit; pengisian AC 7,2 kW menempuh 6‑7 jam untuk penuh.
  • Performa: motor listrik 55 kW (≈75 hp) menghasilkan torsi 150 Nm, cukup untuk akselerasi 0‑50 km/jam dalam 7,5 detik—tidak mengesankan, namun memadai untuk kecepatan kota.

Fitur interior dan keselamatan

Interior Smart #2 tetap minimalis, menonjolkan panel sentuh 8,0 inch yang mengintegrasikan sistem infotainment Android Auto dan Apple CarPlay. Kursi berlapis kain anti‑slip, serta ruang penyimpanan di belakang kursi depan untuk tas belanja atau perlengkapan harian. Dari sisi keselamatan, Smart #2 dilengkapi dengan airbag depan, sistem pengereman darurat otomatis (AEB), dan bantuan parkir elektronik (E-Park) yang memanfaatkan sensor ultrasonik di semua sisi.

Harga dan daya beli masyarakat Indonesia

Harga Rp 400 juta menempatkan Smart #2 pada segmen premium mikro‑mobil listrik. Menurut Badan Pusat Statistik, rata‑rata pendapatan rumah tangga di perkotaan pada 2025 berada di kisaran Rp 7‑8 juta per bulan. Dengan asumsi alokasi 10 % pendapatan untuk kendaraan, kisaran kemampuan beli berada di Rp 800‑900 juta. Dari perspektif ini, Smart #2 masih berada di atas ambang kemampuan mayoritas konsumen urban Indonesia.

Namun, potensi pasar tidak sepenuhnya tertutup. Pemerintah Indonesia menargetkan 20 % penetrasi kendaraan listrik pada 2030, dengan insentif pajak PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang dapat mengurangi harga jual hingga 15 %. Jika kebijakan tersebut diterapkan pada Smart #2, harga efektif dapat turun menjadi sekitar Rp 340 juta, lebih kompetitif terhadap model listrik lain seperti Wuling Air EV atau Nissan Leaf yang sudah beredar.

BACA JUGA Geotab Sebut Telematika Bisa Kelola Biaya, Bukan Sekadar Lacak Lokasi

Persaingan dan prospek pasar

Smart #2 bersaing langsung dengan segmen mikro‑EV yang didominasi oleh produsen China (Wuling, BYD) dan model E‑compact dari produsen Eropa (Renault Zoe). Keunggulan Smart terletak pada warisan desain kota yang sudah teruji selama dua dekade serta jaringan layanan purna jual Mercedes‑Benz di Indonesia. Namun, jaringan pengisian cepat (DCFC) masih terbatas di luar kota besar, sehingga jangkauan 210 km menjadi tantangan bila pengguna ingin menempuh perjalanan antar‑kota.

Apa yang perlu dipertimbangkan konsumen?

  1. Kebutuhan harian: Jika penggunaan utama terbatas pada jarak <150 km per hari, Smart #2 dapat menutupi kebutuhan tanpa khawatir kehabisan daya.
  2. Infrastruktur pengisian: Pastikan akses ke stasiun fast‑charging di area tinggal atau kantor; bila tidak, biaya listrik rumah (tarif listrik rumah tangga) menjadi alternatif utama.
  3. Total Cost of Ownership (TCO): Hitung biaya listrik per km (≈Rp 150‑200) dibandingkan bahan bakar bensin (≈Rp 1.200 per km). Selisih ini dapat menutup selisih harga beli dalam 4‑5 tahun, tergantung pola penggunaan.
  4. Insentif pemerintah: Pantau kebijakan PPnBM, subsidi baterai, atau kredit pajak yang dapat menurunkan harga efektif.

Smart #2 menandai langkah ambisius Smart untuk kembali ke panggung mobil perkotaan dengan format listrik. Meskipun harga masih menantang bagi mayoritas konsumen Indonesia, kombinasi desain praktis, biaya operasional rendah, dan potensi insentif pemerintah dapat menjadikannya pilihan realistis bagi segmen menengah‑atas yang mengutamakan mobilitas ramah lingkungan di kota‑kota besar. Keberhasilan penjualan nantinya akan bergantung pada seberapa cepat ekosistem pengisian dan kebijakan fiskal dapat menyokong adopsi massal kendaraan listrik mikro di tanah air.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikOto. Baca Berita Asli di detikOto →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Lelang Resmi: Dua Unit Toyota Avanza Pelat Merah Tahun 2009 Dilepas Mulai Rp30 Juta SELANJUTNYA Thom Haye 'Login' Jadi Rider XMAX
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!