BREAKING
Kapan Anak Harus Mulai Les Renang? Panduan Praktis untuk Orang Tua di Era Teknologi
KABARVIRAL 62
INDONESIA VERIFIED NEWSROOM
Internasional

37.494 WNI di Riyadh Tak Jadi Korban Serangan Houthi di Bandara King Khalid

37.494 WNI di Riyadh Tak Jadi Korban Serangan Houthi di Bandara King Khalid
Foto & Sumber: detikNews

Di tengah ketegangan di wilayah Yaman, 37.494 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Riyadh, Arab Saudi, belum terdampak serangan Houthi yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid pada 10 dan 11 Oktober 2...

Yvonne Mewengkang, juru bicara Kemlu, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan keamanan di Riyadh melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh. “Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Riyadh pascaserangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada 10 dan 11 Oktober 2026,” ujarnya kepada wartawan pada hari Rabu, 13 Oktober 2026.

Serangan tersebut menandai kelanjutan konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang telah menimbulkan ketidakpastian bagi warga asing di wilayah tersebut. Sejak 2015, Houthi telah melakukan beberapa serangan terhadap infrastruktur sipil di Yaman, termasuk bandara, pelabuhan, dan fasilitas energi. Pada tahun 2023, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Namun, pada serangan kali ini, tidak ada korban WNI, menandakan keberhasilan upaya evakuasi dan koordinasi antara pemerintah Indonesia dan pihak keamanan Saudi.

Di Riyadh, WNI mayoritas bekerja sebagai tenaga kerja migran, pengusaha, dan pelajar. Menurut data KBRI, lebih dari 20.000 WNI berada di kota ini, sementara 17.494 lainnya berada di wilayah sekitarnya. KBRI Riyadh menyediakan layanan darurat bagi warga Indonesia, termasuk bantuan medis, konsular, dan koordinasi evakuasi. Pihaknya juga menegaskan bahwa semua WNI yang berada di wilayah serangan telah dipindahkan ke area aman sebelum terjadi kerusakan.

BACA JUGA Saudi Cegat 4 Rudal Jelajah dan Drone Houthi yang Ditargetkan ke Riyadh

Meskipun belum ada korban, situasi di Riyadh tetap dinilai berisiko tinggi. Menurut analis keamanan, Houthi masih memiliki kapasitas untuk menargetkan infrastruktur penting, termasuk bandara yang menjadi jalur transportasi utama bagi warga asing. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia tetap memperingatkan WNI di Saudi untuk tetap waspada, memperbarui informasi melalui saluran resmi KBRI, dan menghindari area yang rawan serangan.

Kepala KBRI Riyadh, Dr. Ahmad Zainul, menegaskan bahwa KBRI telah meningkatkan patroli keamanan di sekitar konsulat dan menyediakan pusat informasi 24 jam bagi warga Indonesia. “Kami akan terus memantau situasi dan memberikan update secara real-time kepada masyarakat Indonesia di wilayah ini,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa KBRI akan terus bekerja sama dengan pihak keamanan Saudi untuk memastikan keselamatan WNI.

Di tingkat kebijakan, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan warga di luar negeri. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Keuangan, untuk mendukung WNI yang berada di wilayah konflik. Selain itu, KBRI di Riyadh akan menyediakan layanan konsuler yang lebih intensif, termasuk penyuluhan tentang risiko keamanan, prosedur evakuasi, dan hak-hak WNI di luar negeri.

BACA JUGA Kemenlu Imbau WNI di Arab Saudi Batasi Perjalanan Imbas Serangan Houthi

Bagi WNI yang masih berada di Riyadh, disarankan untuk:

  • Memantau update dari KBRI melalui situs resmi, aplikasi, atau nomor darurat.
  • Menghindari perjalanan ke area yang rawan serangan, khususnya bandara dan fasilitas energi.
  • Menyimpan dokumen penting dan uang dalam jumlah terbatas di tempat aman.
  • Menyimpan kontak darurat, termasuk nomor KBRI dan layanan medis setempat.

Pemerintah Indonesia juga mengajak WNI di wilayah konflik untuk tetap bersatu, menjaga komunikasi, dan mematuhi petunjuk dari pihak konsuler. Meskipun situasi masih belum sepenuhnya aman, koordinasi yang intensif antara KBRI dan Kemlu diharapkan dapat meminimalisir risiko bagi warga Indonesia di Riyadh dan wilayah sekitarnya.

Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikNews. Baca Berita Asli di detikNews →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
PROMO SPESIAL HARI INI Shopee Pilihan Redaksi

Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee

Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.

Cek Promo Kilat →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Geoffrey Hinton: “Kita Membuat Makhluk Asing, Pilih Manusia atau AI—Risiko Eksistensial Tak Boleh Diabaikan” SELANJUTNYA Isaias Menjadi Badai Atlantik Pertama 2026, Diprediksi Meningkat Jadi Kategori 2 Saat Mendekati Pantai Teluk Utara AS
Tautan berhasil disalin ke clipboard!