BREAKING
Kabut Asap Indonesia Bikin Maskapai Malaysia Batal Terbang ke Singapura
KABARVIRAL 62
INDONESIA VERIFIED NEWSROOM
Ekonomi & Bisnis

BTPN Syariah (BTPS) Bakal Buyback Saham hingga Rp 1 Triliun

BTPN Syariah (BTPS) Bakal Buyback Saham hingga Rp 1 Triliun
Foto & Sumber: detikFinance

PT Bank BTPN Syariah Tbk (kode saham: BTPS) mengumumkan rencana aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai transaksi maksimal mencapai Rp 1 triliun. Langkah ini diambil di tengah valuasi saham perseroan yang dinilai terdiskon jauh di bawah nilai fundamentalnya.

Rencana pembelian kembali saham emiten perbankan syariah anak usaha Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung bertahap selama 12 bulan ke depan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29/POJK.04/2023.

Valuasi Tertekan dan Sinyal Undervalued

Manajemen BTPS memandang harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum mencerminkan kinerja fundamental dan prospek pertumbuhan bisnis segmen ultra-mikro yang sebenarnya. Saat ini, saham BTPS diperdagangkan pada rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value/PBV) di kisaran 1,1 kali, terdiskon drastis jika dibandingkan dengan rata-rata historis lima tahunan yang berada di level 2,5 kali hingga 3,0 kali.

BACA JUGA Video: IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Sentimen Ini Jadi Penekan!

Langkah buyback ini menjadi sinyal kuat kepada komunitas investor institusi dan ritel bahwa manajemen optimistis terhadap pemulihan margin bunga bersih (Net Imarah Margin/NIM) serta ketahanan modal jangka panjang perseroan.

Ketahanan Modal dan Likuiditas Melimpah

  • Kendati menggelontorkan dana hingga Rp 1 triliun untuk menyerap saham di pasar reguler, manajemen memastikan stabilitas operasional dan penyaluran pembiayaan tetap kokoh:
  • Rasio Kecukupan Modal (CAR): Posisi Capital Adequacy Ratio perseroan saat ini berada di level 47,2 persen, salah satu yang tertinggi di industri perbankan nasional dan jauh melampaui ambang batas minimum regulator OJK sebesar 14 persen.
  • Dampak ke Penyaluran Dana: Alokasi buyback hanya memanfaatkan sekitar 11 persen dari total ekuitas perseroan, sehingga tidak mengurangi kapasitas likuiditas dalam menyalurkan pembiayaan modal kerja produktif kepada jutaan nasabah inklusi perempuan prasejahtera (Sentra Tepat).
  • Stabilisasi Kualitas Aset: Rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross perseroan berhasil ditekan stabil di kisaran 3,0 persen setelah selesainya program pembersihan portofolio pasca-pandemi.
BACA JUGA Pembiayaan Alat Berat Cuma Tumbuh 0,12%, Ada Apa?

Bagi pemegang saham, berkurangnya jumlah saham beredar di pasar akibat aksi buyback ini diproyeksikan akan meningkatkan laba bersih per saham (Earnings Per Share/EPS) serta mendongkrak rasio imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ROE) ke depan.

Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikFinance. Baca Berita Asli di detikFinance →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
PROMO SPESIAL HARI INI Shopee Pilihan Redaksi

Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee

Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.

Cek Promo Kilat →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Panduan Dasar Pengelolaan Pajak Pribadi dan UMKM: Strategi Kepatuhan Tanpa Denda SELANJUTNYA Apple Mau Bikin Pabrik Baru, Tim Cook Sambangi China
Tautan berhasil disalin ke clipboard!