Buruh Ancam Mogok Kerja, Presiden Langsung Turun Tangan
JAKARTA / INDONESIA — Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Taiwan Lai Ching-te mengimbau produsen chip memori asal AS, Micron Technology, beserta para pekerjanya untuk bernegosiasi secara "sungguh-sungguh" jelang ancaman aksi mogok kerja oleh serikat pekerja di pulau tersebut.
Ancaman mogok kerja ini mengemuka setelah serikat pekerja Micron mengantongi otorisasi dari para anggotanya pekan lalu. Konflik ketenagakerjaan ini dipicu perselisihan skema bonus di pusat manufaktur terbesar milik raksasa produsen chip tersebut.
Untuk diketahui, Taiwan merupakan salah satu basis produksi paling vital bagi Micron. Perusahaan mencatatkan jumlah tenaga kerja sekitar 15.000 orang dengan total nilai investasi menembus T$1,6 triliun (Rp886 triliun).
Berbicara dalam peresmian fasilitas perakitan dan pengujian canggih Micron di Taichung, Lai berharap pemerintah dan sektor swasta dapat bersinergi mendorong komunikasi yang lebih erat antara manajemen dan pekerja.
"Kami berharap pihak pekerja dan manajemen menjunjung tinggi prinsip saling membutuhkan-ibarat 'ikan butuh air dan air butuh ikan'-dengan terus bernegosiasi secara sungguh-sungguh demi mencapai konsensus bersama," ujar Lai, dikutip dari Reuters, Kamis (15/10/2026).
"Hubungan industrial yang harmonis adalah kunci win-win solution. Karyawan bisa bekerja dengan tenang, dan bisnis pun dapat melaju stabil dalam jangka panjang," tambahnya.
Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.