BREAKING
Tempo Scan Bentuk Yayasan Kasih Mulia, Peduli Difabel-Pasien Kanker
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Sains & Lingkungan

Efektivitas Restorasi Gambut Kalimantan Diuji: Data 3.840 Blok Kanal Tunjukkan Potensi Pangkas Emisi dan Kerugian Ekonomi

Efektivitas Restorasi Gambut Kalimantan Diuji: Data 3.840 Blok Kanal Tunjukkan Potensi Pangkas Emisi dan Kerugian Ekonomi
Foto & Sumber: CNBC Indonesia

Studi komprehensif terbaru memberikan jawaban krusial atas pertanyaan yang telah menghantui Indonesia selama satu dekade: bagaimana cara menghentikan siklus kebakaran lahan gambut yang terus berulang?

Blok kanal adalah struktur fisik berupa tanggul atau penutupan saluran air buatan yang dibuat untuk menahan air agar tidak mengalir keluar, sehingga menjaga kelembapan alami tanah gambut. Gambut yang kering sangat rawan terbakar karena memiliki kandungan organik tinggi yang mudah menyala dan sulit dipadamkan tanpa bantuan hujan. Sejak 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bersama berbagai mitra internasional telah gencar melakukan intervensi ini. Namun, efektivitasnya sering dipertanyakan karena kebakaran masih terjadi di berbagai titik.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dampak pembasahan kembali bersifat heterogen, artinya hasilnya tidak seragam di seluruh wilayah. Tim peneliti menemukan bahwa blok kanal yang memiliki area pembasahan kembali dengan tumpang tindih (overlap) adalah yang paling efektif. Tumpang tindih di sini merujuk pada strategi penutupan kanal yang saling melengkapi, memastikan tidak ada celah kecil yang memungkinkan air keluar dan tanah mengering. Secara statistik, metode ini mampu mengurangi risiko terjadinya kebakaran ulang hingga 6,4%. Angka ini mungkin terlihat kecil bagi awam, namun dalam skala lahan gambut seluas ribuan hektare, penurunan probabilitas kebakaran sebesar itu berarti ribuan hektare hutan dan lahan produktif terselamatkan dari ancaman api.

Di luar aspek keselamatan fisik, dampak ekonomi dan lingkungan dari restorasi ini sangat signifikan. Studi mencatat bahwa pembasahan gambut berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e) sebesar 0,4 juta ton. Emisi ini setara dengan mengurangi jejak karbon dari jutaan kendaraan bermotor. Lebih menjanjikan lagi adalah imbal hasil ekonominya. Dalam jangka waktu 10 tahun, investasi pembasahan ini terbukti memberikan untung bersih. Di Kalimantan Barat, keuntungan ekonomi mencapai 5,4%, sedangkan di Kalimantan Tengah, angkanya melonjak drastis hingga 225%. Kesenjangan angka ini disebabkan oleh perbedaan nilai komoditas hutan yang tumbuh di atas gambut di masing-masing wilayah. Kalimantan Tengah, dengan ekosistem hutan dataran rendah yang kaya, memberikan imbal hasil investasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.

BACA JUGA Hujan Meteor Orionid Hiasi Langit, Ini Jadwal Terbaik Menyaksikannya

Meskipun data ini memberikan optimisme, para peneliti memberikan peringatan keras agar restorasi fisik tidak dianggap sebagai solusi tunggal. Penutupan kanal hanyalah satu komponen dari manajemen risiko kebakaran hutan. Tanpa perlindungan lahan yang ketat dan pengelolaan tata ruang yang disiplin, upaya teknis ini bisa sia-sia. Banyak kebakaran di Indonesia dipicu oleh pembukaan lahan ilegal untuk perkebunan atau pertambangan, yang sengaja membakar lahan gambut yang belum direstorasi atau yang tingkat kelembapannya rendah.

Implikasi dari studi ini bagi kebijakan publik sangat jelas. Prioritas anggaran tidak boleh lagi tersebar merata tanpa analisis data spasial. Pemerintah perlu memetakan kembali blok-blok kanal yang memiliki potensi "tumpang tindih" tinggi dan memastikan area tersebut menjadi prioritas utama investasi. Selain itu, penegakan hukum terhadap pembakaran ilegal harus berjalan paralel dengan upaya restorasi. Tanpa itu, biaya ekonomi yang seharusnya menjadi keuntungan 225% di Kalimantan Tengah akan terus tergerus oleh kerugian akibat kebakaran yang berulang.

Bagi masyarakat dan pemangku kepentingan privat, langkah konkret yang bisa diambil adalah mendukung transparansi data spasial lahan gambut. Investor dan perusahaan perkebunan harus memastikan bahwa di area operasi mereka, kanal-kanal air berfungsi normal dan tidak dibongkar untuk kepentingan ekspansi. Restorasi gambut bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan instrumen ekonomi yang terbukti menguntungkan jika dilakukan dengan presisi teknis yang tepat. Data dari 3.840 blok kanal ini seharusnya menjadi acuan baku untuk menghentikan siklus kerugian tahunan akibat asap dan kebakaran di Kalimantan.

BACA JUGA Cegah Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Strategi Putus Kepala Api
Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNBC Indonesia. Baca Berita Asli di CNBC Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
OTOMOTIF PILIHAN Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Motor, Helm & Perawatan Kendaraan

Pilihan helm SNI, holder HP motor anti-getar, dan cairan perawatan bodi kendaraan terlaris.

Cek Promo Otomotif →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Pemerintah Targetkan Internet Rumah Murah 100 Mbps Harga Rp 100.000 SELANJUTNYA Warga RI Sesak, 283 Ribu Kasus ISPA Dilaporkan di Wilayah Karhutla
OTOMOTIF PILIHAN Aksesoris Motor, Helm & Perawatan Kendaraan
Cek Promo Otomotif →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!