BREAKING
Kata-kata Alwi sebagai Wakil Indonesia yang 'Dobrak' Denmark Open 2026
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Tekno & AI

Floqer Kembangkan Agen AI Otonom untuk Otomasi Riset Pelanggan B2B, Targetkan Open-Source Awal 2027

Floqer Kembangkan Agen AI Otonom untuk Otomasi Riset Pelanggan B2B, Targetkan Open-Source Awal 2027
Foto & Sumber: TechCrunch

Floqer, startup teknologi yang sedang naik daun di panggung TechCrunch Disrupt 2026, memperkenalkan platform pengetahuan pelanggan otonom yang dirancang khusus untuk tim penjualan dan pemasaran bisnis-ke-bisnis (B2B).

Dalam presentasinya di panggung Startup Battlefield, Floqer mengumumkan rencana ambisius untuk membuka sumber kode (open-source) teknologi di balik basis data pengetahuan pelanggan otonom tersebut. Rilis ini ditargetkan terjadi pada awal 2027, namun tetap bergantung pada hasil tinjauan keamanan (security review) yang ketat. Langkah ini menandakan pergeseran strategi dari sekadar menjual lisensi perangkat lunak menjadi membangun ekosistem terbuka, yang berpotensi mempercepat adopsi standar data pelanggan di industri global.

Dari sisi metrik bisnis, Floqer menunjukkan momentum pertumbuhan yang agresif. Perusahaan telah melampaui angka pendapatan berulang tahunan (Annual Recurring Revenue/ARR) sebesar 1,2 juta dolar AS. Lebih signifikan lagi, total pendapatan perusahaan tumbuh sekitar sepuluh kali lipat dalam satu tahun terakhir. Lonjakan ini mengindikasikan adanya permintaan pasar yang tinggi akan solusi otomatisasi data pelanggan, terutama di kalangan perusahaan yang terkena dampak stagnasi produktivitas tim penjualan akibat beban kerja administratif yang berlebihan.

Latar belakang pendirian Floqer berakar dari pengalaman praktis para pendirinya, Shivam Mahajan (CEO) dan Zaaheda Islam, yang bertemu saat masih duduk di bangku universitas. Sebelum mendirikan Floqer, Mahajan berkarier sebagai insinyur perangkat lunak di Kyndryl, sementara Islam menjabat sebagai ilmuwan data senior di Axis Capital. Kombinasi keahlian teknis dan data science ini menjadi fondasi kuat bagi pengembangan arsitektur AI yang mampu memproses data non-struktural menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

BACA JUGA Daftar 22 Aplikasi Berisiko Tinggi di RI, Banyak Digunakan Sehari-Hari

Evolusi produk Floqer tidak dimulai dari basis data kompleks, melainkan dari ekstensi browser sederhana bernama "Super Chat". Awalnya, alat ini memungkinkan pengguna untuk masuk menggunakan akun ChatGPT mereka sendiri untuk memahami informasi web dan mengambil catatan. Namun, para pendiri segera menyadari pola penggunaan yang tak terduga: perusahaan enterprise memanfaatkan ekstensi ini untuk membersihkan data di dalam sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM) mereka.

Observasi ini mengungkapkan celah pasar yang besar. Pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut mengungkap bahwa menjaga kebersihan dan keakuratan data CRM sebagian besar masih dilakukan secara manual. Sangat sedikit perusahaan yang memiliki proses terstruktur untuk memperbarui catatan pelanggan secara real-time. Akibatnya, tim penjualan sering kali bekerja dengan data yang sudah usang, yang berdampak langsung pada akurasi prediksi penjualan dan efektivitas strategi pemasaran.

Floqer hadir sebagai solusi atas disrupsi ini dengan beralih dari alat bantu pelengkap menjadi infrastruktur inti. Platform ini tidak hanya mencatat data, tetapi secara proaktif memantau perubahan dalam lanskap bisnis pelanggan, seperti pengumuman lowongan, perubahan kepemimpinan, atau berita industri, lalu mengintegrasikannya ke dalam profil pelanggan secara otomatis.

BACA JUGA Aturan Kuota Hangus Belum Dipatuhi Penuh, Komdigi Terus Tagih Operator

Implikasi dari teknologi ini sangat jauh melampaui sekadar efisiensi waktu. Dengan menyediakan basis data pelanggan yang selalu mutakhir, tim penjualan dapat mengalihkan fokus mereka dari pencarian informasi ke pembangunan hubungan dan penutupan deal. Dalam konteks ekonomi digital yang kompetitif, kecepatan informasi adalah mata uang baru. Kemampuan untuk mengetahui perubahan situasi pelanggan lebih cepat dari pesaing memberikan keunggulan taktis yang signifikan.

Rencana untuk membuka sumber kode teknologi ini juga memiliki dimensi strategis yang mendalam. Dengan membuat teknologi inti menjadi terbuka, Floqer berpotensi memicu standar baru dalam pengelolaan data pelanggan di ekosistem B2B. Ini bisa mengurangi hambatan masuk bagi perusahaan menengah dan kecil yang sebelumnya tidak mampu menginvestasikan biaya besar untuk sistem CRM yang kompleks dan mahal. Namun, tantangan terbesar tetap terletak pada keamanan data. Mengingat sifat sensitif dari data pelanggan B2B, proses tinjauan keamanan yang disebutkan sebagai prasyarat rilis open-source menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan klien enterprise.

Bagi pembaca dan pelaku industri, langkah Floqer ini menjadi sinyal bahwa era penjualan yang didasari oleh intuisi dan data statis sedang bergeser menuju era penjualan yang dipersonalisasi secara real-time oleh AI. Bagi tim penjualan, adaptasi terhadap alat-alat otonom seperti Floqer bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk tetap relevan di pasar yang semakin cepat berubah.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Zenzap Raih Dana Rp 5,6 Triliun, Target Ganti WhatsApp di Lingkungan Kerja SELANJUTNYA Netflix to lay off 1,000 staff amid intensifying competition for user attention
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!