BREAKING
Kata-kata Alwi sebagai Wakil Indonesia yang 'Dobrak' Denmark Open 2026
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Tekno & AI

Zenzap Raih Dana Rp 5,6 Triliun, Target Ganti WhatsApp di Lingkungan Kerja

Zenzap Raih Dana Rp 5,6 Triliun, Target Ganti WhatsApp di Lingkungan Kerja
Foto & Sumber: TechCrunch

Zenzap, platform obrolan berbasis AI yang dikembangkan oleh Guy Weiss, mengumumkan pencapaian dana sebesar $44 juta (sekitar Rp 5,6 triliun) dari investor ternama seperti Bessemer, Lightspeed, dan The Garage, serta in...

Di tengah meningkatnya permintaan perusahaan akan solusi komunikasi yang dapat mematuhi kebijakan IT dan keamanan data, Zenzap menjanjikan “private messenger” yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyajikan informasi organisasi secara real‑time. Dengan AI, aplikasi ini dapat menyesuaikan pesan, menyaring konten sensitif, dan mengotomatisasi tugas administratif, sehingga karyawan dapat fokus pada pekerjaan inti tanpa khawatir kebocoran data atau pelanggaran kebijakan perusahaan.

Guy Weiss, pendiri Zenzap, memulai perjalanan ini setelah berkarir di e‑commerce. Pada 2012, Weiss mendirikan StuccoMedia, sebuah platform pemasaran e‑commerce yang akhirnya dijual ke Market Group pada 2015. Setelah masa investasi, Weiss kembali ke dunia startup pada 2022 ketika ia bertemu dengan Adam Fisher, partner Bessemer, dan memulai Zenzap bersama co‑founder Noam Neumann dan Jonatan Bien. “Saya tidak ingin mengumpulkan modal pada awalnya. Saya takut gagal setelah pengalaman pertama saya yang sukses,” ujarnya kepada TechCrunch. Dengan modal sendiri, Weiss mengembangkan prototipe aplikasi di kantor Bessemer sebelum memutuskan untuk menggalang dana.

Pendanaan $44 juta ini menandai putaran pertama yang signifikan bagi Weiss, yang sebelumnya tidak pernah mengajukan dana publik. Investor Bessemer dan Lightspeed, yang dikenal mendukung startup teknologi inovatif, menilai potensi Zenzap dalam mengatasi kebutuhan perusahaan akan komunikasi yang aman dan efisien. The Garage, yang berfokus pada fintech dan teknologi keuangan, turut berkontribusi, menunjukkan minat luas terhadap aplikasi yang menggabungkan AI dengan keamanan data.

BACA JUGA Daftar 22 Aplikasi Berisiko Tinggi di RI, Banyak Digunakan Sehari-Hari

“Zenzap bukan sekadar pengganti WhatsApp,” jelas Weiss. “Kami membangun platform yang dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan internal setiap organisasi, menyediakan konteks yang relevan, dan mengoptimalkan alur kerja melalui otomatisasi.” Menurut Weiss, keunggulan kompetitif terletak pada kemampuan AI untuk memfilter konten sensitif dan menyesuaikan pesan dengan regulasi IT yang ketat, sehingga perusahaan dapat menghindari risiko kebocoran data dan pelanggaran kebijakan.

Sementara Zenzap bersaing dengan pemain besar seperti Microsoft Teams, Slack, dan Google Workspace, keunikannya terletak pada fokus pada keamanan dan integrasi data internal. Dengan menggunakan AI, aplikasi ini dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan spesifik setiap departemen, misalnya menyoroti informasi penting bagi tim keuangan atau menyaring data rahasia dari akses publik.

Perusahaan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam pengembangan produk. “Kami mengadopsi pendekatan kolaboratif dengan berbagai stakeholder, mulai dari pengembang keamanan hingga analis kebijakan internal,” tambah Weiss. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat adopsi Zenzap di lingkungan kerja yang beragam, dari perusahaan startup hingga korporasi multinasional.

BACA JUGA Aturan Kuota Hangus Belum Dipatuhi Penuh, Komdigi Terus Tagih Operator

Dalam konteks pasar global, adopsi aplikasi pesan internal masih belum optimal. Banyak perusahaan masih mengandalkan aplikasi konsumen yang tidak dirancang untuk kepatuhan keamanan, sehingga menimbulkan risiko kebocoran data dan pelanggaran regulasi. Dengan dana yang baru diterima, Zenzap berencana memperluas tim pengembang, memperkuat infrastruktur keamanan, dan meluncurkan versi beta ke beberapa perusahaan besar di Asia Tenggara.

Sementara Zenzap berambisi menjadi alternatif utama bagi komunikasi korporat, tantangan tetap ada. Persaingan dengan produk-produk mapan, kebutuhan integrasi sistem legacy, serta regulasi data yang terus berkembang akan menjadi faktor penentu keberhasilan. Namun, kombinasi teknologi AI, fokus pada keamanan, dan dukungan investor terkemuka memberikan Zenzap posisi yang kuat untuk memulai perjalanan transformasi digital di lingkungan kerja Indonesia dan global.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan TechCrunch. Baca Berita Asli di TechCrunch →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
GADGET & ELEKTRONIK Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari

Koleksi charger GaN, TWS noise-cancelling, kabel braided, dan stand HP terlaris diskon hingga 60%.

Cek Promo Gadget →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Klasemen ACL 2 setelah Persib Mengalahkan The Cong Viettel SELANJUTNYA Floqer Kembangkan Agen AI Otonom untuk Otomasi Riset Pelanggan B2B, Targetkan Open-Source Awal 2027
GADGET & ELEKTRONIK Aksesoris Gadget & Fast Charging Paling Dicari
Cek Promo Gadget →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!