BREAKING
Turis Sebut Bandara Changi Tak Kompeten Gegara Lantainya Pakai Karpet
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Nasional & Politik

Krisis Bank Bisa Terulang, Negara Diminta Siap Dana Darurat

Krisis Bank Bisa Terulang, Negara Diminta Siap Dana Darurat
Foto & Sumber: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pengawas stabilitas keuangan global memperingatkan masih banyak negara yang belum memiliki mekanisme pendanaan darurat yang memadai untuk menangani bank yang terancam bangkrut. Kondisi ini berisiko memperburuk krisis apabila sebuah bank tiba-tiba mengalami kekurangan likuiditas.

Mengutip Reuters, Kamis (15/10/2026), Financial Stability Board (FSB) mendesak otoritas di berbagai negara memperkuat skema pendanaan darurat bagi bank yang mengalami kegagalan. FSB sendiri adalah lembaga internasional yang memantau risiko sistem keuangan global.

Dalam hasil evaluasi terhadap penerapan standar penanganan bank bermasalah, FSB menemukan kurang dari separuh yurisdiksi yang ditinjau memiliki mekanisme pendanaan yang memenuhi tiga kriteria utama. Yakni memiliki aturan yang jelas, kapasitas dana yang memadai, dan dapat dicairkan dengan cepat ketika krisis terjadi.

BACA JUGA Breaking! Atap Sekolah Ambruk, Sedikitnya 18 Siswa dan 1 Guru Tewas

Evaluasi tersebut bertujuan memastikan bank yang gagal dapat ditangani dengan baik, tanpa harus selalu menggunakan dana talangan dari pembayar pajak.

Secara rinci, dari berbagai yurisdiksi yang dinilai, hanya Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Inggris yang dinyatakan sepenuhnya memenuhi persyaratan FSB. Sebaliknya, India dan Argentina dinilai belum memenuhi standar tersebut.Sementara itu, Uni Eropa (UE) melalui serikat perbankannya dan Swiss termasuk dalam kelompok yang dinilai memiliki ketidakpatuhan material terhadap persyaratan pendanaan darurat.

BACA JUGA KRL INKA Bermasalah Lagi, Penumpang Pindah ke KRL Lain di Stasiun Pasar Minggu

Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan sistem keuangan setelah gejolak perbankan pada 2023, termasuk runtuhnya Credit Suisse, salah satu bank terbesar Swiss. Credit Suisse akhirnya diambil alih oleh UBS melalui penyelamatan yang dirancang pemerintah Swiss setelah mengalami tekanan likuiditas serius.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNBC Indonesia. Baca Berita Asli di CNBC Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
PROMO SPESIAL HARI INI Shopee Pilihan Redaksi

Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee

Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.

Cek Promo Kilat →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Ada Kilang LPG Baru di Karawang, Bisa Pasok 10% Konsumsi Warga Jabar SELANJUTNYA Punya 23 Juta Akun Kripto, RI Siap Tukar Data Pajak pada 2027
PROMO SPESIAL HARI INI Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Cek Promo Kilat →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!