BREAKING
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penyebar Narasi Dana Ilegal Muktamar NU ke Polisi
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Internasional

Lawan Jadi Kawan, Negara Ini Resmi Buka Kedubes Israel di Yerusalem

Lawan Jadi Kawan, Negara Ini Resmi Buka Kedubes Israel di Yerusalem
Foto & Sumber: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kolombia resmi membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem pada Rabu (14/10/2026), bergabung dengan segelintir negara yang menempatkan kantor diplomatiknya di kota tersebut. Langkah ini menjadi sinyal dukungan terhadap klaim Israel atas Yerusalem, yang statusnya masih menjadi salah satu isu utama dalam konflik Israel-Palestina.

"Ini adalah tanggal penting bagi Negara Israel. Ini juga tanggal penting bagi kota Yerusalem," ujar Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dalam upacara pembukaan, seperti dikutip dari laporan media asing.

Melansir AFP, keputusan tersebut mengikuti kebijakan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang mengumumkan rencana pemindahan kedutaan pada Juli. Kebijakan ini menjadi perubahan tajam dari pemerintahan sebelumnya yang berhaluan kiri dan kerap mengkritik Israel atas operasi militernya di Jalur Gaza.

BACA JUGA F1 Resmi Kembali ke Afrika: Rwanda Jadi Tuan Rumah Balapan Dunia

Amerika Serikat (AS) menjadi negara pertama yang mematahkan konsensus internasional dengan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem pada 2018, saat Donald Trump menjabat presiden untuk pertama kalinya. Sejak itu, sejumlah negara, termasuk Fiji, Guatemala, Honduras, Papua Nugini, dan Paraguay, turut menempatkan kedutaan mereka di kota tersebut.

Selain Kolombia, Kosovo dan Somaliland, yang bukan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga telah membuka kantor yang mereka sebut sebagai kedutaan besar di Yerusalem. Presiden Argentina Javier Milei, yang dikenal vokal mendukung Israel, turut berjanji memindahkan kedutaan negaranya ke kota itu.

BACA JUGA Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel untuk Perangi Houthi

Status Yerusalem tetap menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian mencaplok wilayah tersebut, tetapi langkah itu tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional. Banyak negara tetap menempatkan kedutaan mereka di Tel Aviv karena menilai status akhir Yerusalem harus ditentukan melalui penyelesaian konflik.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNBC Indonesia. Baca Berita Asli di CNBC Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
PROMO SPESIAL HARI INI Shopee Pilihan Redaksi

Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee

Penawaran produk terfavorit pilihan warganet dengan voucher cashback, diskon kilat, dan bebas ongkir.

Cek Promo Kilat →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Heboh Pemadaman Listrik di Batam, Danantara Dukung Transformasi PLN SELANJUTNYA Danantara Gerak Cepat Benahi Arsitektur Bisnis PLN: Target 100 GW Surya dan Efisiensi Subsidi
PROMO SPESIAL HARI INI Koleksi Promo Terlaris & Diskon Kilat Shopee
Cek Promo Kilat →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!