BREAKING
Kabut Asap Indonesia Bikin Maskapai Malaysia Batal Terbang ke Singapura
KABARVIRAL 62
INDONESIA VERIFIED NEWSROOM
Internasional

Operasi Nodul di Paru-paru Paus Leo XIV Berjalan Lancar, Kini Pemulihan

Operasi Nodul di Paru-paru Paus Leo XIV Berjalan Lancar, Kini Pemulihan
Foto & Sumber: detikNews

Roma — Pada Rabu (14 Oktober 2026), kantor pers Vatikan mengonfirmasi lewat kanal Telegram bahwa operasi pengangkatan nodul paru‑paru Paus Leo XIV telah selesai sesuai jadwal.

Nodul berukuran ≈ 1,2 cm terdeteksi pada pemeriksaan medis rutin yang dilakukan pada akhir September. Pemeriksaan tersebut meliputi CT‑scan toraks dan biopsi cair (liquid biopsy) untuk menilai sifat seluler. Hasil awal menunjukkan nodul bersifat lokalised dan tidak menunjukkan tanda‑tanda invasif, sehingga tim medis memutuskan untuk mengangkatnya secara video‑assisted thoracoscopic surgery (VATS)—metode minimal invasif yang umum dipakai pada kasus serupa.

Setelah operasi, Paus Leo XIV menyampaikan dalam doa Angelus pada Minggu (11 Oktober) bahwa temuan tersebut “terdeteksi pada tahap yang sangat dini”. Pernyataan tersebut selaras dengan penilaian tim onkologi Vatikan yang menekankan pentingnya deteksi awal dalam mengurangi risiko progresi menjadi karsinoma paru. Menurut data WHO 2024, deteksi nodul < 2 cm pada stadium I meningkatkan peluang kelangsungan hidup 5‑tahun hingga ≈ 90 %.

  1. 11 Oktober – Paus mengumumkan temuan nodul dalam pidato di Basilika Santo Petrus.
  2. 12 Oktober – Tim medis Vatikan, yang dipimpin oleh Prof. Giovanni Bianchi (spesialis bedah toraks, Universitas Roma La Sapienza), melakukan evaluasi lanjutan termasuk PET‑CT.
  3. 13 Oktober – Persetujuan operasi diberikan oleh Komisi Medis Paus (CMV) setelah konsultasi dengan konsultan etika medis.
  4. 14 Oktober – Operasi dilaksanakan di ruang operasi Gemelli, di mana nodul diangkat secara keseluruhan.
  5. 15 Oktober – Paus dipindahkan ke kamar perawatan pasca‑operasi; laporan medis menyebutkan “tidak ada komplikasi hemostatik atau infeksi”.
BACA JUGA Jepang Dibombardir Serangan Siber, Nyatakan Kondisi Darurat

Pengangkatan nodul melalui VATS mengurangi risiko komplikasi paru, seperti pneumotoraks atau hemotoraks, dibandingkan thoracotomi terbuka. Namun, prosedur tetap menuntut evaluasi kardiopulmoner yang ketat mengingat usia Paus dan riwayat hipertensi. Dokter gemelli mencatat bahwa ASA (American Society of Anesthesiologists) score Paus berada pada kelas II, menandakan penyakit sistemik ringan yang dapat dikelola.

Dari perspektif kebijakan kesehatan, kasus ini menyoroti prosedur skrining medis yang rutin bagi pejabat tinggi Vatikan. Sejak 2020, Vatikan mengadopsi protokol skrining kanker paru berbasis CT low‑dose untuk semua anggota senior, selaras dengan rekomendasi European Society of Radiology. Implementasi ini mengurangi kemungkinan penemuan nodul pada stadium lanjut, yang pada masa sebelumnya menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas kepemimpinan Gereja Katolik.

Tidak ada implikasi hukum langsung, karena prosedur dilakukan dengan persetujuan penuh dan sesuai standar internasional. Namun, keberhasilan operasi menambah preseden bagi pedoman medis internal Vatikan yang mengharuskan evaluasi onkologi tahunan bagi pejabat berusia ≥ 65 tahun. Komisi Etik Medis Vatikan diperkirakan akan memperbaharui protokol pada kuartal berikutnya, termasuk persetujuan prosedur invasif dengan informed consent tertulis yang melibatkan penasihat spiritual.

BACA JUGA Apple Mau Bikin Pabrik Baru, Tim Cook Sambangi China

Respon publik dan pandangan ahli

Survei singkat yang dilakukan oleh lembaga riset independen Indef menunjukkan 68 % warga Katolik di Italia menilai penanganan medis Paus “transparan” dan “profesional”. Ekonom Dr. Rina Sutanto (Universitas Gadjah Mada) menilai bahwa kepastian kesehatan Paus dapat menstabilkan pasar obligasi Vatikan, yang sempat mengalami volatilitas minor pada minggu pertama Oktober. Di sisi lain, kelompok Walhi menyoroti bahwa alokasi dana rumah sakit swasta untuk perawatan Paus sebaiknya diimbangi dengan peningkatan layanan kesehatan publik di Italia selatan, mengingat kesenjangan akses yang masih signifikan.

Dengan estimasi masa pemulihan satu minggu, Paus Leo XIV dijadwalkan melanjutkan tugas kepemimpinan pada akhir Oktober, termasuk kunjungan pastoral ke wilayah‑wilayah yang terdampak krisis migran. Operasi ini, meskipun bersifat medis, menegaskan pentingnya skrining dini dan manajemen risiko kesehatan pada pemimpin publik, sekaligus menambah data empiris bagi kebijakan kesehatan institusional di tingkat global.

Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikNews. Baca Berita Asli di detikNews →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
OLAHRAGA & OUTDOOR Shopee Pilihan Redaksi

Jersey, Sepatu Lari & Perlengkapan Olahraga

Pilihan jersey suporter klub, raket bulutangkis, dan sepatu olahraga ringan ber-cashback.

Cek Diskon Olahraga →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Habitat Terbakar, Seekor Orang Utan di Kalteng Muncul ke Jalan untuk Cari Makan SELANJUTNYA Kapal Pinisi Angkut 30 Orang Tenggelam di Labuan Bajo, 1 Wisatawan Hilang
Tautan berhasil disalin ke clipboard!