BREAKING
Niat Cari Tempat Kemping, Temukan Harta Karun Ratusan Juta Tahun
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Sains & Lingkungan

Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Forkopimda Tangani Karhutla di Kaltim

Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Forkopimda Tangani Karhutla di Kaltim
Foto & Sumber: detikNews

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) harus menjadi motor penggerak utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan...

Forkopimda: Mekanisme Koordinasi Daerah

Forkopimda adalah forum yang menggabungkan kepala daerah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), unsur TNI, Polri, kejaksaan, serta instansi teknis terkait. Tujuannya adalah menyelaraskan kebijakan, sumber daya, dan tindakan operasional di tingkat daerah. Dalam konteks karhutla, forum ini diharapkan dapat menyusun rencana mitigasi yang melibatkan satgas kebakaran, pengawasan lahan, serta program edukasi petani dan masyarakat adat.

Wiyagus menekankan, “Tanpa ada motor penggerak, yang mengorkestrasi penanggulangan karhutla ini, yaitu kepala daerah, ini tidak mungkin bisa terkendali.” Pernyataan itu menegaskan bahwa koordinasi vertikal—antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota—harus dijalankan secara terintegrasi, bukan sekadar inisiatif terpisah.

BACA JUGA Hujan Meteor Orionid Hiasi Langit, Ini Jadwal Terbaik Menyaksikannya

Tantangan Penanggulangan Karhutla di Kalimantan Timur

Kalimantan Timur mencatat rata‑rata 1.200 ha (hektar) lahan terbakar per tahun sejak 2021, dengan puncak kebakaran pada Agustus‑September setiap tahunnya. Penyebab utama meliputi pembukaan lahan secara terbuka (slash‑and‑burn), curah hujan yang menurun, serta angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Beberapa kendala operasional masih menghambat respons cepat:

  • Keterbatasan sarana pemadam – Unit pemadam kebakaran daerah masih mengandalkan truk air berkapasitas kecil, sementara wilayah hutan yang luas memerlukan helikopter atau pesawat pemadam.
  • Data lahan yang tidak terintegrasi – Pemetaan lahan masih terfragmentasi antara Badan Pertanahan Nasional, Dinas Kehutanan, dan lembaga survei satelit, menyulitkan identifikasi titik api secara real‑time.
  • Keterlibatan komunitas – Banyak petani tradisional masih menggunakan metode pembakaran untuk membersihkan lahan, namun belum mendapatkan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Para ahli lingkungan, seperti Dr. Rina Sutrisno dari Lembaga Penelitian Hutan dan Lingkungan (Lemhil), mengingatkan bahwa tanpa perubahan pola penggunaan lahan, upaya penanggulangan akan selalu bersifat reaktif. “Pencegahan harus dimulai dari perencanaan tata ruang yang ketat dan insentif bagi petani yang beralih ke teknik agroforestry,” ujarnya.

Langkah Konkret yang Diharapkan

Wiyagus mengusulkan tiga aksi prioritas yang akan dibahas dalam pertemuan Forkopimda berikutnya:

  1. Pembentukan Satgas Karhutla Daerah – Satgas yang melibatkan TNI, Polri, dan dinas terkait, dilengkapi dengan unit udara ringan untuk pemadaman cepat.
  2. Peningkatan Sistem Informasi Geografis (SIG) – Integrasi data lahan, cuaca, dan hotspot satelit ke dalam platform digital yang dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
  3. Program Insentif Pengganti Pembakaran – Subsidi peralatan mekanis (misalnya rotavator) dan pelatihan teknik pertanian tanpa api bagi petani kecil, didanai melalui alokasi APBN khusus mitigasi kebakaran.
BACA JUGA Cegah Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Strategi Putus Kepala Api

Jika langkah‑langkah tersebut diimplementasikan, potensi penurunan area terbakar dapat mencapai 30 % dalam tiga tahun ke depan, menurut simulasi model kebakaran yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?

Masyarakat di wilayah rawan kebakaran dapat berperan aktif dengan melaporkan titik api melalui aplikasi Siaga Bencana, serta berpartisipasi dalam program pelatihan teknik pertanian berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian setempat.

Dengan menempatkan Forkopimda sebagai pusat koordinasi, pemerintah berharap kebijakan tidak lagi terfragmentasi, melainkan terarah pada pencegahan yang berbasis data dan partisipasi luas. Keberhasilan strategi ini akan mengurangi kerugian ekonomi, melindungi keanekaragaman hayati, dan menurunkan emisi karbon yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Wamendagri dan data publikasi Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan detikNews. Baca Berita Asli di detikNews →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
OTOMOTIF PILIHAN Shopee Pilihan Redaksi

Aksesoris Motor, Helm & Perawatan Kendaraan

Pilihan helm SNI, holder HP motor anti-getar, dan cairan perawatan bodi kendaraan terlaris.

Cek Promo Otomotif →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Amazon’s Bee launches two new personal AI devices, starting at $75 SELANJUTNYA Terinspirasi El Salvador, Kosta Rika Buka Penjara Berkeamanan Maksimum
OTOMOTIF PILIHAN Aksesoris Motor, Helm & Perawatan Kendaraan
Cek Promo Otomotif →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!