BREAKING
Hasil Denmark Open: Bungkam Tuan Rumah, Fajar/Fikri ke Perempat Final
KABARVIRAL 62
KURASI & RINGKASAN BERITA
Nasional & Politik

Strategi Tekan Impor LPG, Pemerintah Mau Uji Coba Tabung Gas CNG Baru

Strategi Tekan Impor LPG, Pemerintah Mau Uji Coba Tabung Gas CNG Baru
Foto & Sumber: CNBC Indonesia

Karawang, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai strategi substitusi untuk menekan volume impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Langkah ini diambil mengingat Indonesia masih mengimpor 7 juta hingga 8 juta ton LPG per tahun untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Kebijakan konversi tersebut dipacu oleh tingginya konsumsi LPG masyarakat yang menembus 8,5 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi di dalam negeri hanya berkisar 1,8 juta ton per tahun.

Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan uji coba penggunaan CNG tabung 3 kilogram (kg) untuk kebutuhan rumah tangga. Progres pengujian tabung CNG 3 kg tersebut diproses di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) serta Direktorat Jenderal Migas. Pengujian ini bertujuan mematangkan opsi CNG sebagai energi alternatif berbasis gas C1 dan C2 yang ketersediaannya melimpah di dalam negeri.

BACA JUGA RI Impor LPG 8 Juta Ton, Bahlil: Banyak Sekali Devisa Kita Keluar

"CNG ini sebenarnya sudah digunakan dan prinsipnya hampir sama dengan jaringan gas (jargas). Beberapa restoran dan hotel sudah memakai CNG dengan harga yang lebih murah 30% hingga 40%. Energi ini memanfaatkan gas C1 dan C2 yang melimpah di negara kita, sehingga menjadi strategi tepat untuk melahirkan produk substitusi impor," ujar Bahlil dalam peresmian Kilang LPG di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Pemerintah mencatat bahwa ketergantungan impor LPG yang tinggi berdampak langsung pada besarnya alokasi anggaran subsidi energi dalam APBN. Saat Indonesia Crude Price (ICP) berada di posisi US$70 per barel, alokasi subsidi LPG mencapai Rp87 triliun per tahun. Angka ini membengkak hingga mendekati Rp100 triliun per tahun saat rata-rata ICP melonjak ke kisaran US$90 hingga US$100 per barel.

BACA JUGA Ada Kilang LPG Baru di Karawang, Bisa Pasok 10% Konsumsi Warga Jabar

"Tabung ukuran 3 kg ini yang sedang kami uji coba, sedangkan untuk tabung 12 kg sudah mulai digunakan. Jika inovasi ini berhasil diproduksi secara massal, kita dapat menekan ketergantungan impor 8 juta ton per tahun dengan memanfaatkan pasokan domestik," kata Bahlil.

Akses Liputan Penuh • Bebas Biaya • KabarViral 62
Dikutip & dirangkum dari liputan lapangan CNBC Indonesia. Baca Berita Asli di CNBC Indonesia →
Bagaimana tanggapan Anda atas liputan ini?
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi liputan ini.
LIFESTYLE & BEAUTY Shopee Pilihan Redaksi

Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet

Koleksi fashion terpopuler, serum perawatan kulit, dan parfum aroma mewah bergaransi original.

Cek Koleksi Viral →
HOSTING & DOMAIN Exabytes Indonesia
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat

Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.

Cek Promo →
SEBELUMNYA Nelayan Lampung Kini Punya Akses Lebih Dekat ke Mesin Tempel Yamaha SELANJUTNYA Ungkap Peran Pegadaian Kebut Ekosistem Bullion Bank Bersama Danantara
LIFESTYLE & BEAUTY Outfit Kekinian & Skincare Viral Pilihan Warganet
Cek Koleksi Viral →
Tautan berhasil disalin ke clipboard!