Pramono Singgung Ego Pemimpin: Begitu Jadi, Penginnya Dilihat
Jakarta, Jumat (16 Oktober 2026) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti “ego pemimpin” dalam kuliah umum yang sekaligus meresmikan gedung baru Universitas Ciputra Jakarta, Rawa Buaya, Kamis (15 Oktober 2026).
Pramono membuka sesi dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi untuk mempercepat program revitalisasi infrastruktur, penanggulangan banjir, serta pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta. Ia mencontohkan proyek gedung universitas yang baru selesai dibangun sebagai “bukti nyata” bahwa kolaborasi dapat menghasilkan fasilitas pendidikan berkualitas di kawasan yang sebelumnya rawan banjir. “Kita tidak hanya membangun gedung, tapi juga membangun kepercayaan. Namun, ketika proyek selesai, ada kecenderungan pemimpin mengharapkan pujian, bukan pertanggungjawaban,” ujarnya.
Konteks kebijakan dan tantangan lapangan
Jakarta terus berjuang mengurangi intensitas banjir tahunan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menunjukkan bahwa pada 2025 terjadi 112 kali kejadian banjir dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 7,3 triliun. Di sisi lain, kemacetan masih menjadi keluhan utama; survei Transportasi Jakarta 2025 mencatat rata‑rata waktu tempuh harian naik 12 % dibandingkan tahun 2022. Pemerintah provinsi menargetkan penurunan 20 % dalam lima tahun ke depan melalui proyek “Smart City” dan penataan ruang publik, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan yang terletak di zona hijau.
Para pengamat menilai bahwa penekanan Pramono pada “ego” mencerminkan realitas politik Indonesia, di mana pencapaian sering dipolitisasi untuk kepentingan personal. “Kepemimpinan yang transparan memang harus mengedepankan hasil, tetapi tidak boleh mengabaikan proses dan akuntabilitas,” kata Dr. Siti Nurhaliza, pakar kebijakan publik Lembaga Penelitian Kebijakan Publik (LPKP). Ia menambahkan bahwa budaya “dilihat” dapat memicu keputusan jangka pendek yang lebih mengutamakan sorotan media daripada dampak jangka panjang.
Reaksi sektor swasta dan akademisi
Ketua Asosiasi Pengusaha Jakarta (APJ), Budi Santoso, menanggapi pernyataan gubernur dengan menekankan pentingnya kemitraan. “Kami siap mendukung inisiatif pemerintah, namun kami juga mengharapkan mekanisme evaluasi yang jelas. Penghargaan atas proyek selesai tidak boleh menutup mata pada audit kualitas dan dampak sosial,” ujarnya. Di sisi lain, rektor Universitas Ciputra Jakarta, Prof. Ahmad Rizal, menilai bahwa fasilitas baru akan meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi warga Rawa Buaya, sebuah daerah yang selama ini kurang terlayani. “Kami berharap pemerintah terus membuka ruang dialog, bukan sekadar mengumumkan pencapaian,” tambahnya.
Suara warga
Warga Rawa Buaya, yang selama ini hidup dengan risiko banjir, menyambut baik kehadiran kampus baru. “Sekarang ada harapan kerja dan pendidikan di lingkungan kami,” kata Ibu Lestari, Ketua RT 04. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan harus diikuti dengan penataan drainase yang memadai. “Tanpa sistem saluran air yang kuat, gedung baru saja menambah beban ketika hujan lebat,” tegasnya.
Implikasi bagi tata kelola pemerintahan
Penekanan pada “ego” menyoroti dua hal penting: pertama, kebutuhan akan budaya kepemimpinan yang berorientasi pada hasil yang terukur, bukan sekadar sorotan publik; kedua, pentingnya mekanisme pengawasan independen. Otoritas Pengawasan Intern Pemerintah (OPIP) telah menyiapkan pedoman evaluasi kinerja gubernur berbasis indikator kunci (Key Performance Indicator) yang mencakup kualitas layanan publik, transparansi anggaran, dan partisipasi masyarakat.
Takeaway untuk pembaca
Konsistensi antara janji pembangunan dan realitas lapangan menjadi tolok ukur kredibilitas pemimpin. Warga dapat memantau progres proyek melalui portal data terbuka DKI Jakarta dan mengajukan pertanyaan pada forum publik yang dijadwalkan setiap tiga bulan. Sementara itu, sektor swasta dan akademisi diharapkan terus menuntut standar evaluasi yang jelas, agar kolaborasi tidak berakhir pada sekadar pencapaian fisik, melainkan pada peningkatan kualitas hidup yang terukur.
Dengan menyeimbangkan ambisi pembangunan dan kontrol akuntabilitas, Jakarta dapat mengubah “ego pemimpin” menjadi motor penggerak kebijakan yang berkelanjutan, bukan sekadar panggung untuk sorotan sesaat.
Aksesoris Motor, Helm & Perawatan Kendaraan
Pilihan helm SNI, holder HP motor anti-getar, dan cairan perawatan bodi kendaraan terlaris.
Promo Domain .ID & Cloud Server Cepat
Solusi domain murah, server NVMe cepat, dan proteksi SSL resmi.